detikNews
Minggu 13 Oktober 2019, 12:28 WIB

Bamsoet Minta Pemerintah Perbarui Rumusan untuk Berantas Intoleransi

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Bamsoet Minta Pemerintah Perbarui Rumusan untuk Berantas Intoleransi Bamsoet (Foto: Istimewa)
Jakarta - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai perlunya dicari dan dijajaki rumusan program dan model pendekatan baru terkait intoleransi. Pemerintah dan parlemen, menurut dia, perlu menggandeng semua lembaga dan institusi keagamaan dalam upaya merangkul komunitas atau kelompok yang menolak kebinekaan Indonesia.

"Rongrongan terhadap kebinekaan sudah demikian nyata, karena sejumlah komunitas terang-terangan menyatakan tidak lagi mencintai fakta keberagaman yang menjadi takdir bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam tahun-tahun terakhir ini, kelompok atau komunitas intoleran itu terlihat di mana-mana. Di sekolah, kampus perguruan tinggi, di banyak tempat kerja, dan di banyak institusi negara atau institusi pemerintah," kata Bamsoet kepada wartawan, Minggu (13/10/2019).

"(Karena itu saya) Mendorong pemerintah untuk memprioritaskan upaya merangkul komunitas atau kelompok masyarakat yang menolak takdir kebinekaan Indonesia. Rumusan pendekatan kepada kelompok atau komunitas-komunitas tersebut perlu diperbarui," imbuh dia.


Menurut Bamsoet, perlunya bekerja sama dengan lembaga dan institusi keagamaan sebagai upaya memahami akar permasalahan agar lebih komprehensif. Dia mengatakan akan menjadi ideal jika rumusan program dan model pendekatan baru itu dilandasi kemauan baik saling merangkul dalam konteks sesama anak bangsa, untuk kemudian berdialog. Jika ada kontinuitas dialog, kata dia, perilaku intoleran menjadi tidak relevan lagi.

"(Karena) Pada saat yang sama, ada kekuatan lain yang menunggangi kecenderungan itu dengan mengerahkan pelaku teror. Kini, teror terhadap negara sudah menjadi ancaman nyata yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Inilah realitas masalah atau persoalan yang dihadapi Indonesia dewasa ini," ujarnya.


Bamsoet mengatakan saat ini Indonesia memang sudah memiliki Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Kemudian banyak juga tokoh masyarakat dan pemuka agama, termasuk pejabat pemerintah, tak henti-hentinya menyerukan perlunya menjaga kerukunan dan budaya toleran serta banyaknya kegiatan dialog lintas agama dan budaya sudah digelar. Namun, menurut dia, hal itu belumlah cukup.

"Publik merasakan bahwa ragam program dan pendekatan untuk mereduksi perilaku intoleran itu belum membuahkan hasil sebagaimana diharapkan. Kecenderungan saling hina antar-kelompok atau antar-golongan bahkan makin tinggi intensitasnya. Karena itu, perlu dicari dan dijajagi rumusan program dan model pendekatan lain. Utamakan program dan pendekatan baru yang bertujuan menghilangkan saling curiga. Selama ini, dirasakan ada kebuntuan karena keengganan berdialog. Belum lagi sikap saling curiga antara negara dan komunitas-komunitas itu. Untuk tujuan ini, pemerintah dan parlemen perlu mengambil inisiatif," tutur Bamsoet.


Simak Video "Sah! Ini Pembagian Tugas 10 Pimpinan MPR 2019-2024"

[Gambas:Video 20detik]


(mae/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com