detikNews
Minggu 13 Oktober 2019, 09:18 WIB

Round-Up

Tamparan Penganiaya Ninoy Karundeng

Tim detikcom - detikNews
Tamparan Penganiaya Ninoy Karundeng Abdul Basyir Mokodongan, sosok pria bersuara berat di balik video interogasi yang viral di medsos. (Dok. detikcom)
Jakarta - Sebelum polisi mengungkap kasus penyekapan dan penganiayaan Ninoy Karundeng, sebuah video viral di media sosial dan WhatsApp. Dalam video tersebut, terlihat sosok Ninoy yang sudah dalam kondisi lebam-lebam di muka tengah diinterogasi.

Suara pria yang menginterogasi relawan Joko Widodo (Jokowi) itu terdengar berat. Diketahui, pria bersuara berat tersebut adalah Abdul Basyir Mokodongan (30).

"Iya itu saya," kata Basyir dalam wawancara khusus dengan detikcom di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/10/2019).


Momen itu terjadi pada Senin (30/9) malam. Basyir tengah berada di Masjid Al-Falah untuk membantu mengevakuasi pendemo korban tembakan gas air mata.

Awalnya, Basyir melihat Ninoy dibawa sekelompok orang ke depan masjid yang berada di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat, itu. Dia mengaku sedang duduk di depan pagar masjid dan melihat Ninoy sudah dalam kondisi babak belur.

Ninoy lalu dibawa masuk ke dalam masjid. Ninoy jadi amukan massa karena diduga sebagai penyusup.


"Setelah itu diamankan di masjid. Jadi bukan penculikan, tapi diamankan, karena kalau dibiarkan di luar nanti akan terus jadi amukan massa," tuturnya.

Tamparan Penganiaya Ninoy KarundengNinoy Karundeng, yang diduga diculik dan dianiaya. (Screenshot Video)



Malam itu Basyir mengaku bolak-balik ke masjid untuk mengevakuasi para korban demo. Pada pukul 02.30 WIB, Selasa (1/10), Basyir masuk ke masjid dan menginterogasi Ninoy.

Basyir mengaku menginterogasi Ninoy seorang diri. Pengakuannya, tidak ada yang memintanya untuk menginterogasi Ninoy. Ninoy sempat bertanya kepada Ninoy soal tudingan 'penyusup Jokowi'.


"Sempat kutanya ke dia, 'Kamu cebong ya?'," kata Basyir.

Tak sempat Ninoy menjawab pertanyaan itu, Basyir langsung mendaratkan tamparan keras di kedua pipi Ninoy. Basyir menampar berkali-kali hingga bibir Ninoy berdarah.

"Saya hanya tampar dia sampai pecah bibirnya, sempet saya lihat keluar darah dari bibirnya. Empat sampai lima kali kayanya saya tampar dia," imbuh Basyir.


Basyir mengaku hanya dia yang menganiaya Ninoy meski di dalam masjid itu ada sekitar 10-15 orang yang mengerubungi Ninoy. Dia mengaku sempat ditegur oleh seorang tenaga medis yang sedang menangani korban demo.

"Iya, saya sempat ditegur sama mbak dari tim medis. Katanya kalau interogasi jangan keras-keras. Soalnya, ada korban yang trauma," katanya.

Setelah diduga diculik dan dianiaya, Ninoy dipulangkan ke rumahnya pada Selasa (1/10). Ninoy kemudian melaporkan kejadian itu pada Selasa (2/10). Dalam kasus ini, ada 14 orang tersangka yang ditetapkan tersangka oleh polisi. Mereka memiliki peranan yang berbeda.


Simak Video "Ninoy Karundeng Ancam Polisikan Pengurus DKM Al-Falaah!"

[Gambas:Video 20detik]


(jbr/tsa)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com