detikNews
Jumat 11 Oktober 2019, 19:40 WIB

Penjual Koran di Lampu Merah Dinilai Bahayakan Keselamatan Lalu Lintas

Adinda Purnama Rachmani - detikNews
Penjual Koran di Lampu Merah Dinilai Bahayakan Keselamatan Lalu Lintas Foto: Dok. Pemkot Semarang
Jakarta - Banyaknya penjualan koran di lampu merah Kota Semarang mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Aktivitas tersebut dianggap perlu ditertibkan karena dianggap membahayakan keselamatan lalu lintas. Apalagi dengan adanya keterlibatan anak-anak dan masyarakat lanjut usia. Pemerintah dan para stakeholder didorong untuk dapat duduk bersama membahas hal tersebut.

Guru Besar Universitas Diponegoro, Prof. Sri Suwitri menilai aktivitas penjualan koran di lampu merah Kota Semarang tersebut bahkan berpotensi membahayakan kedua belah pihak, baik penjual maupun pengendara.

"Ya itu kegiatan di traffic light berbahaya untuk keselamatan semua, baik penjual ataupun pengendara," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (11/10/2019).


"Harus ada sanksi yang tegas, apalagi jika terkait mempekerjakan anak-anak di bawah usia. Tapi harus ada kerja sama untuk membantu tetap punya pekerjaan, tetapi tidak mengganggu lalu lintas," tutur akademisi yang saat ini juga menjadi dekan Untidar Magelang tersebut.

Senada, pengamat kebijakan publik Cahyo Seftyono mendorong pemerintah agar dapat bersikap lebih tegas untuk kenyamanan dan keamanan di jalan raya.

"Kalau dalam konteks keamanan dan keselamatan di jalan raya ya itu memang layak untuk dilarang, apalagi ada anak-anak di jalanan, seharusnya tidak seperti itu. Saya setuju jika pemerintah lebih tegas untuk keamanan mereka juga," tegasnya.

"Namun kemudian perlu difasilitasi. Pemerintah juga harus membuat strategi untuk membantu, sehingga distribusi itu tidak dalam tanda kutip 'liar' di sembarang tempat, dan bisa berjualan di titik-titik tertentu yang tidak mengganggu atau membahayakan," tutur akademisi Universitas Negeri Semarang itu.

Terkait hal tersebut, Pemerintah Kota Semarang pun membuka diri untuk berkomunikasi dengan para pihak yang terlibat dalam aktivitas penjualan koran di lampu merah tersebut. Salah satunya kepala BLU Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan yang mengungkapkan, siap memfasilitasi alternatif titik distribusi media cetak di Kota Semarang agar lebih nyaman dan aman.


"Saat ini Trans Semarang sendiri sedang membangun beberapa halte hebat dan halte integrasi, di sana pergerakan penumpangnya juga tinggi, bisa dikerjasamakan sebagai alternatif tempat media cetak untuk berjualan," tutur Ade.

"Kalau itu dimungkinkan maka nanti akan kita atur juga standartnya agar kemudian ketika berpindah juga semua pihak bisa tetap nyaman," tandasnya.

Perlu diketahui, pemerintah Kota Semarang sebenarnya telah memiliki kebijakan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum, di mana antara lain ruang lingkupnya terkait Tertib Jalan dan Angkutan Jalan. Dalam peraturan itu disebutkan aturan larangan untuk kegiatan yang membahayakan keselamatan lalu lintas.


Simak juga video "Warning Buat PKL di Trotoar! Satpol PP DKI Siap Gelar Penertiban" :

[Gambas:Video 20detik]


(prf/prf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com