detikNews
Jumat 11 Oktober 2019, 19:17 WIB

Wali Kota Semarang Akan Bangun Transportasi Kereta Dalam Kota

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Wali Kota Semarang Akan Bangun Transportasi Kereta Dalam Kota Foto: Dok. Pemkot Semarang
Jakarta - Salah satu program yang diusung oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pada periode pemerintahan kali ini yakni pengadaan transportasi umum dalam kota berbasis kereta. Untuk merealisasikannya pria yang akrab disapa Hendi itu pun menggandeng PT KAI untuk melakukan percepatan pembangunan.

Pemerintah Kota Semarang dengan PT KAI pun melakukan penandatanganan MoU di Kantor Wali Semarang. Dalam penandatanganan tersebut, hadir Corporate Deputy Director of New Business Development and Strategic Project PT KAI, Heru Kuswanto, beserta jajarannya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi mengungkapkan tengah dalam proses pemilihan jenis transportasi umum berbasis kereta yang paling mungkin untuk Kota Semarang. Dirinya mengaku telah mengerucutkan pada dua pilihan, yaitu antara menghidupkan Semarang Trem, atau menghadirkan ART (Autonomous Rail Transit).


"PT KAI Insya Allah akan membantu mewujudkan transportasi kereta di dalam Kota Semarang berupa Trem atau ART, kita tergantung dari mana yang paling cepat dan paling efisien," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (11/10/2019).

Hendi menyebutkan pemilihan moda transportasi Trem atau ART yang diputuskan berdasar pada pertimbangan agar juga dapat berdampak pada sektor pariwisata Kota Semarang. Sebab, rencananya ART atau Trem tersebut akan didesain supaya lebih menarik perhatian.

"Kalau buat saya, sektor pariwisata sedang kita fokuskan, sehingga transportasi umum massal tersebut juga nanti mampu menarik turis datang ke Kota Semarang." tambahnya.

Dengan penandatanganan MoU merupakan perkuatan kerja sama antara Pemerintah Kota Semarang dengan PT KAI untuk melakukan kajian dan studi kelayakan. Hendi mengungkapkan terdapat beberapa trase yang dapat dijadikan alternatif.


Opsi trase tersebut mulai dari Tawang sampai Jalan Pemuda, ke arah Simpang Lima melewati MT Haryono kembali ke Tawang, atau bisa pula sebaliknya sampai Jalan Pemuda kembali ke Tawang lagi melewati Jalan Imam Bonjol, opsi lain trase dari bandara sampai Pedurungan.

"Semuanya sedang dalam proses untuk penyusunan DED, tinggal nanti dipilih yang mana," jelas politikus PDIP ini.

Adapun MoU dan rencana pembangunan trase kereta di Kota Semarang menjadi hal penting. Sebab, menurut Hendi Kota Semarang belum memiliki aksesibilitas kereta lokal atau dalam kota. Padahal dalam sejarah perkeretaapian Indonesia, perkembangan industri kereta api salah satunya di Kota Semarang bahkan stasiun pertama di Indonesia pun berada di Kota Semarang.

Senada dengan Hendi, Heru Kuswanto juga mengungkapkan keistimewaan Kota Semarang.

"Dari sisi perkeretaapian, Kota Semarang ini istimewa karena lahirnya kereta pertama di Indonesia pada 17 Juni 1864 di Stasiun Kemijen.' ujar Heri. PT KAI sebeumnya telah melaunching KA Joglosemarkerto, dengan trase antar kota Jogja-Solo-Semarang-Purwokerto, namun untuk kereta dalam kota memang belum terwujud" ungkap Heri.


Simak juga video "Duh! Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ganggu Aktivitas Sekolah" :

[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com