detikNews
Jumat 11 Oktober 2019, 16:42 WIB

Usai Tusuk Kapolsek, Istri Abu Rara Ngamuk Tuding-tuding Keamanan Wiranto

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Usai Tusuk Kapolsek, Istri Abu Rara Ngamuk Tuding-tuding Keamanan Wiranto Kapolsek Menes Kompol Dariyanto saat bersalaman dengan Menko Polhukam Wiranto sebelum terjadi penusukan. (Dok. Polres Pandeglang)
FOKUS BERITA: Wiranto Ditusuk!
Serang - Kapolsek Menes Kompol Dariyanto ikut jadi korban dalam peristiwa penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto. Dariyanto ditusuk Fitria Andriana, istri Syahrial Alamsyah (Abu Rara).

Dariyanto mengatakan Fitria sempat marah kepada aparat yang mengamankan Wiranto. Namun, kata dia, Fitria akhirnya diamankan warga yang ada di lokasi.

"Bukan bohong saya, sangat perlawanan. Ini ibu-ibu apa sih ini, cuma saya nggak ngerasa (ditusuk) setelah itu ngocor darah, saya ke samping, akhirnya dia nuding-nuding aparat. Kemudian, dengan dibantu masyarakat, ditangkaplah dia," kata Dariyanto kepada wartawan di Rumah Sakit Sari Asih, Serang, Banten, Jumat (11/10/2019).


Dia mengatakan peristiwa penyerangan tersebut berlangsung cepat. Setelah Wiranto ditusuk Abu Rara, masyarakat menjadi histeris.

"Begitu banyak cepat suara banyak, ada 'ya Allah', 'masyaallah', kita kan dengar semacam itu," katanya.



Akibat serangan ini, Dariyanto mengalami luka di punggung dan tangan. Dia sempat berjalan sekitar 500 meter ke puskesmas terdekat begitu terkena tusukan. Dariyanto mendapat beberapa jahitan di luka bagian punggungnya.


Peristiwa ini terjadi pada Kamis (10/10) siang. Saat itu, Wiranto baru saja mengikuti acara di Universitas Matla'ul Anwar (Unma) di Pandeglang, Banten. Saat itu Wiranto hendak naik helikopter untuk kembali ke Jakarta dari alun-alun Menes.

Abu Rara menyelinap petugas penjagaan dan menusuk Wiranto yang baru saja keluar dari mobil. Tak lama kemudian, istri Abu Rara, Fitria, menyerang Kapolsek Menes.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan Abu Rara sebenarnya tidak kenal Wiranto. Abu Rara hanya mengambil momen ketika ada ramai-ramai di alun-alun Menes. Abu Rara memilih menyerang pejabat pemerintah, sementara istrinya diminta menyerang polisi.


"Amaliyah Abu Rara sifatnya spontan. Dia sudah punya framing, bahwa sasaran amaliyah dia adalah thogut, kalau nggak lembaga pemerintah ya kepolisian. Makanya ketika ada momentum tersebut, dimanfaatkan Abu Rada bersama istrinya melakukan amaliyah/serangan kepada pemerintah dan aparat kepolisian yang berjaga saat itu," kata Dedi di kantornya, Jumat (11/10).
(bri/jbr)


FOKUS BERITA: Wiranto Ditusuk!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com