detikNews
Jumat 11 Oktober 2019, 16:32 WIB

Dana Desa Bangkitan Wisata Desa di Kabupaten Way Kanan

Nurcholis Maarif - detikNews
Dana Desa Bangkitan Wisata Desa di Kabupaten Way Kanan Foto: Nurcholis Maarif/detikcom
Way Kanan - Pernah menjadi kabupaten tertinggal kedua se-Sumatera, Way Kanan di Lampung sebenarnya memiliki potensi wisata yang banyak. Apalagi baru-baru ini banyak ditemukan destinasi alam seperti air terjun di sejumlah desa di Way Kanan. Ini yang membuat Kabupaten Way Kanan mendapat julukan sebagai Negeri 1001 Air Terjun.

Sementara itu, sejak bergulirnya dana desa yang digagas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), desa atau kampung di Kabupaten Way Kanan punya modal untuk mengembangkan wisata di daerahnya.

Mendes Eko Putro Sandjojo mendorong desa yang memiliki potensi untuk mengembangkan sektor pariwisata melalui BUMDes. Pasalnya salah satu fokus penggunaan dana desa ke depan adalah untuk pengembangan ekonomi.

Menurut Kepala Dinas PMK Way Kanan Ixuan Ahmadi, ada beberapa daerah di Way Kanan yang tadinya hutan, lalu dikelola oleh warga sehingga menjadi tempat destinasi seperti Curup Kereta.


Curup Kereta atau air terjun kereta merupakan wisata air terjun yang terletak di Kampung Rembang Jaya, Kecamatan Blambangan Umpu. Wisata yang baru dibuka pada 2017 ini berjarak satu jam dari jalan lintas Sumatera atau 4 hingga 5 jam dari Bandar Lampung.

Kepala Kampung Rembang Jaya Ely Sejahtera mengatakan, Curup Kereta dikembangkan atas instruksi bupati untuk kampung yang mempunyai potensi wisata alam. Sejak awal, pihaknya memanfaatkan karang taruna yang punya waktu lebih banyak untuk mengelola wisata ini.

"Dari awal belum ada apa-apa, bisa dibilang lahan mati. Berkat kerja sama, destinasi wisata ini terlaksana dan dibuka sesuai dengan harapan. Tahun 2018 pemerintah desa menganggarkan alokasi dana desa, pertama membangun tangga turun menuju air terjun dan yang kedua perbaikan akses jalan," ucap Ely saat ditemui detikcom beberapa waktu lalu.

Dana Desa Bangkitan Wisata Desa di Kabupaten Way KananCurup Kereta/Foto: Nurcholis Maarif/detikcom


Ely menuturkan alokasi dana desa yang digunakan untuk membangun tangga sebesar Rp 71 juta dan perbaikan jalan lapen sebesar Rp 311 juta. Meskipun fasilitas yang ada belum sempurna, kata Ely, pihaknya terus menambah fasilitas, termasuk memanfaatkan kreativitas anak muda di karang taruna.

"Kalau pengelolaan lokasi sudah ada pokdarwis (kelompok sadar wisata), sudah dapat SK (surat keputusan) dari Dinas Pariwisata. Lalu di akhir 2018, BUMDes di kampung Rembang Jaya ini mendapat bantuan dana desa dengan nominal Rp 50 juta yang digunakan menambah fasilitas (Curup Kereta) dibangun flying fox," ucapnya.


Menurut Ely, flying fox ini akan segera beroperasi dan dengan adanya fasilitas tambahan ini dapat meningkatkan wisatawan yang berkunjung ke Curup Kereta serta menambah pendapatan ekonomi masyarakat sekitar. Saat ini, kata Ely, warung-warung di sekitar lokasi wisata juga hanya diisi oleh masyarakat Kampung Rembang Jaya.

Hal senada terjadi di wisata Curup Gangsa yang terletak di Kampung Kotaway, Kecamatan Kasui atau sekitar satu jam dari lokasi Curup Kereta. Kepala Kampung Kotaway Nuardi mengatakan, selain untuk modal unit usaha BUMDes, dana desa yang didapat kampungnya digunakan untuk membangun infrastruktur sekitar wisata dan fasilitas dalam wisata.

"Tahun 2018 membangun jembatan dari dusun 2b ke dusun 26, 2019 itu pemandian satu unit, panggung hiburan, empat unit gazebo. Pembangunan badan jalan sepanjang 281 meter, nanti untuk penghubung 2a ke 2d. Masyarakat sudah sangat senang diadakan jalan penghubung ini," ucapnya.

Adapun informasi lainnya mengenai Kemendes PDTT bisa dilihat di sini.


Simak juga video "Semangat Bersekolah Anak-anak di Lahan Bekas Tsunami Aceh" :

[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com