Temuan Komnas HAM: Aparat Gunakan Kekerasan Berlebihan di Demo 22 Mei

Laras Devi Rachmawati - detikNews
Jumat, 11 Okt 2019 13:56 WIB
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (Ari Saputra/detikcom)

Nantinya, kata Beka, Komnas HAM bakal membuat kesimpulan apakah temuan awal tentang penggunaan kekerasan berlebihan itu hanya kelakuan oknum aparat atau ada perintah. Saat ini, Komnas HAM masih menginvestigasi hal itu.

"Itu nanti apakah kekerasan berlebihan oleh aparat ini memang dipengaruhi oleh oknum saja atau memang ada perintah atau komando itu yang kita cari," ujarnya.

Sebelumnya, Ombudsman juga telah memaparkan hasil evaluasi lewat rapid assessment (RA) atau penilaian cepat terkait tindakan Polri dalam pengamanan demonstrasi yang berujung ricuh pada 21-22 Mei 2019. Menurut Ombudsman, ada empat hal yang menjadi temuan dalam penilaian itu.



Salah satu temuannya adalah terkait cara bertindak Polri. Anggota Ombudsman RI Ninik Rahayu menyebut polisi menggunakan senjata dan alat-alat kepolisian yang dalam penggunaannya seharusnya dilaporkan ke atasan setiap hari.

"Nah, di dalam pelaksanaannya terkait pengamanan, misalnya ada aktivitas-aktivitas yang kita tahu semua pada 21-22 itu ada penggunaan senjata, ada penggunaan alat-alat kepolisian yang seharusnya oleh atasan yang ada di lapangan itu selalu dilaporkan setiap harinya dan dalam temuan kami laporan sebagai bagian dari upaya melakukan evaluasi dan pengawasan itu yang tidak dilakukan secara efektif sehingga ada penyimpangan prosedur," kata anggota Ombudsman RI Ninik Rahayu di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (10/10).
Halaman

(haf/tor)