detikNews
2019/10/11 08:00:34 WIB

Round-Up

Marah dan Cemas Bupati Pandeglang Setelah Wiranto Ditusuk di Wilayahnya

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Marah dan Cemas Bupati Pandeglang Setelah Wiranto Ditusuk di Wilayahnya Foto: Bupati Pandeglang Irna Narulita di RSPAD Gatot Subroto. (Wilda Hayatun Nufus-detikcom)
Jakarta - Penusukan yang dialami Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto membuat marah Bupati Pandeglang Irna Narulita. Pelaku adalah anggota jaringan JAD Bekasi Syahrial Alamsyah alias Abu Rara dan istrinya, Fitri Diana yang sudah tinggal selama delapan bulan di Pandeglang, Banten.

Pelaku menggunakan dua senjata tajam berwarna hitam dengan tali merah melilit pegangannya atau yang biasa disebut sebagai senjata ala ninja kunai. Akibatnya, Wiranto mengalami luka di perut dan dirawat di RSPAD Gatot Soebroto.


Bupati Pandeglang Irma Narulita berencana memanggil para camat di seluruh Banten. Irma merasa marah dan cemas dengan insiden yang ada di wilayahnya.

Irma mengutuk keras tindakan yang dinilai mencoreng nama baik Pandeglang. Dia pun sempat menemui para tersangka dan mengingatkan mereka mengenai cara jihad yang disebutnya salah.

"Sekali lagi saya sangat mengutuk pelaku tersebut yang sangat, menurut kami sangat biadab. Dan saya sempat juga marah kepada pelaku tersebut karena saya sempat ketemu di Polsek. Saya sampaikan 'kalau kalian mau jihad mau ibadah caranya tidak seperti ini, karena ini mencoreng sekali nama baik kami'." kata Irma setelah menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019).

Selain mencoreng nama baik, Irma menyebut insiden penusukan tersebut dapat mengganggu konsentrasi pemerintah dalam membangun Pandeglang. DIa khawatir investor akan berpikir dua kali dalam melakukan investasi di wilayahnya.

"Saya sangat sangat dirugikan sekali dgn adanya jaringan JAD atau apa saya nggak hafal itu ya. Karena mereka-mereka harus enyah dari bumi Pandeglang. Jangan mengganggu konsentrasi percepatan pembangunan di Kabupaten Pandeglang karena dengan adanya insiden ini kami sangat dirugikan. Kami khawatir pihak-pihak yang akan membantu berinvestasi di Pandeglang ini akan berpikir dua kali. Dan ini sangat merugikan," tuturnya.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com