detikNews
2019/10/11 06:24:36 WIB

Kisah Sahabat Nabi: Kain Kafan Lusuh Pilihan Abu Bakar

Erwin Dariyanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kisah Sahabat Nabi: Kain Kafan Lusuh Pilihan Abu Bakar Kisah sahabat nabi Abu Bakar As Siddiq (ilustrator : Denny Putra/detikcom)
Jakarta -

Kisah sahabat nabi, Abu Bakar As Siddiq. Dialah pria pertama yang beriman kepada Allah SWT dan mengakui kenabian Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Dia juga orang pertama yang mengakui perjalanan Isra dan Mikrajnya Rasulullah untuk menerima perintah Sholat.



Seperti apa kisah sahabat nabi, Abu Bakar As Siddiq?

Dikutip dari buku, Biografi Abu Bakar As Siddiq karya Muhammad Hasan Haekal disebutkan, nama kecil Abu Bakar adalah Abdul Kakbah. Konon nama itu merupakan pemberian sang Ibu yang pernah bernazar, jika melahirkan anak laki-laki maka akan diserahkan untuk pengabdian kepada Kakbah. Abu Bakar juga memiliki nama lain Atiq.

Setelah masa kenabian Muhammad SAW, Abu Bakar mendapat tambahan nama As Siddiq. Gelar itu diberikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebab dialah pria pertama yang beriman kepada Allas SWT dan mengakui Muhammad sebagai Rasulullah.



Abu Bakar jugalah yang pertama mengakui perjalanan Isra dan Mikrajnya Muhammad SAW di saat orang lain tak percaya bahkan ada yang murtad. Kisah sahabat nabi yang mengakui Isra dan Mikrajnya Muhammad ini terjadi pada suatu pagi 28 Rajab sekitar tahun 620 atau 621 masehi, 10 tahun sebelum hijrah ke Madinah.

Saat itu banyak orang kafir Quraisy bertanya kepada Abu Bakar, apakah dia percaya bahwa Muhammad pergi ke Baitul Maqdis dalam semalam di 27 Rajab.

إن كان قال فقد صدق

"Jika ia berkata demikian, maka itu benar," jawab Abu Bakar seperti dikutip dari muslim.or.id.

Selain sebagai orang pertama yang masuk Islam atau as-sâbiqûnal awwalûn Sayyidina Abu Bakar juga termasuk orang yang loyal terhadap Rasulullah SAW. Dia juga terkenal sangat zuhud.

Ada dialog antara Abu Bakar dengan putrinya, Sayyidah 'Aisyah seperti ditulis dalam kitab Anîsul Mu'minîn karya Shafuk al-Mukhtar. Dikutip dari nu.or.id, suatu hari Aisyah menjenguk ayahnya yang sedang terbaring sakit.

Kepada sang ayah, Aisyah menyarankan agar dipanggilkan seorang ahli pengobatan. Namun Abu Bakar mengaku sudah diobati. Kepada putrinya yang juga istri Rasulullah, Abu Bakar mengaku oleh ahli pengobatan dia diperbolehkan melakukan apa saja. Hal ini menandakan bahwa sakitnya Abu Bakar sudah parah dan mendekati kematian.



Musabab semua harta Abu Bakar sudah disedekahkan untuk perjuangan Islam, tak ada lagi yang tersisa bahkan untuk selembar kain baru sekalipun. Aisyah pun bertanya,"Dengan kain mana aku nanti mengafani jenazah Ayah?"

"Dengan baju yang biasa aku pakai saat makmum shalat bersama Rasulullah," jawab Abu Bakar.

Namun menurut Aisyah, baju itu sudah usang. Dia pun menawarkan untuk membeli kain kafan yang baru. Namun Abu Bakar menolaknya.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com