detikNews
2019/10/10 19:11:54 WIB

Ombudsman Temukan Masalah Penggunaan Senjata Saat Pengamanan Aksi 22 Mei

Yulida Medistiara - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ombudsman Temukan Masalah Penggunaan Senjata Saat Pengamanan Aksi 22 Mei Konferensi pers Ombudsman (Yulida/detikcom)
Jakarta - Ombudsman memaparkan hasil evaluasi lewat rapid assessment (RA) atau penilaian cepat terkait tindakan Polri dalam pengamanan demonstrasi yang berujung ricuh pada 21-22 Mei 2019. Menurut Ombudsman, ada empat hal yang menjadi temuan dalam penilaian itu.

"Jadi ada empat hal yang kami lihat terkait penanganan unjuk rasa dan pengendalian massa oleh Polri yang kami pandang ada perkiraan-perkiraan yang dibuat intelijen itu kurang tepat di dalam memprediksi jumlah, posisi, dan waktu. Sehingga kemudian terimplikasi pada ketidakkompetenan dalam mendeteksi kalau akan ada kerusuhan yang lebih besar di dalam demo," kata anggota Ombudsman RI Ninik Rahayu di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019).



Temuan lainnya adalah terkait cara bertindak Polri. Ninik menyebut polisi menggunakan senjata dan alat-alat kepolisian yang dalam penggunaannya harusnya dilaporkan ke atasan setiap hari.

"Nah, di dalam pelaksanaannya terkait pengamanan, misalnya ada aktivitas-aktivitas yang kita tahu semua pada 21-22 itu ada penggunaan senjata, ada penggunaan alat-alat kepolisian yang seharusnya oleh atasan yang ada di lapangan itu selalu dilaporkan setiap harinya dan dalam temuan kami laporan sebagai bagian dari upaya melakukan evaluasi dan pengawasan itu yang tidak dilakukan secara efektif sehingga ada penyimpangan prosedur," kata Ninik.

Berikutnya, Ninik mengatakan pihaknya juga menemukan masalah pada proses hukum sampai penanganan korban dan barang bukti. Dia menyayangkan anak-anak yang menjadi pelaku ditangani oleh unit Resmob.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com