detikNews
2019/10/10 19:10:38 WIB

Penerjun Pertama RI Meninggal, KSAU: Imanuel Nuhan Torehkan Tinta Emas Sejarah

Elza Astari Retaduari - detikNews
Halaman 1 dari 2
Penerjun Pertama RI Meninggal, KSAU: Imanuel Nuhan Torehkan Tinta Emas Sejarah KSAU Marsekal Yuyu Sutisna (Foto: dok. TNI AU)
Jakarta - Salah satu penerjun pertama TNI AU, Serma (Purn) Imanuel Nuhan meninggal dunia. KSAU Marsekal Yuyu Sutisna menyampaikan dukacita mendalam atas kepergian salah satu pelaku sejarah itu.

"Hari ini keluarga besar TNI AU tengah berkabung, dengan berita telah meninggalnya Bapak Imanuel Nuhan di Rumah Sakit Doris Silvanus kemarin hari Rabu jam 19.10 karena sakit pada usia 95 tahun," ujar Marsekal Yuyu kepada detikcom, Kamis (10/10/2019).

Imanuel Nuhan adalah salah satu pelaku sejarah di Indonesia. Dia bersama 12 prajurit Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) lainnya tercatat sebagai penerjun pertama Indonesia yang sukses melakukan aksinya pada 17 Oktober 1947 di Desa Sambi, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Penerjun Pertama RI Meninggal, KSAU: Imanuel Nuhan Torehkan Tinta Emas SejarahImanuel Nuhan meninggal dunia (ist)

"Beliau adalah veteran TNI AU korps Paskhas putra daerah asli Kalimantan Tengah, salah satu pelaku sejarah penerjunan pertama Indonesia yang dipimpin oleh Tjilik Riwut bersama 13 orang penerjun AURI di Kotawaringin, Kalimantan Tengah, dalam rangka pembentukan stasiun radio untuk mengabarkan kemerdekaan Indonesia ke dunia internasional pada 17 Oktober 1947," sebut Yuyu.

Menurut KSAU, tanggal tersebutlah yang menjadi cikal bakal pasukan terjun payung TNI AU. Selain itu, tanggal 17 Oktober dijadikan sebagai hari lahir pasukan khusus TNI AU.

"Tanggal tersebut menjadi cikal bakal pasukan terjun payung TNI AU dan dijadikan hari lahir Paskhas," tuturnya.

Yuyu pun menyampaikan dukacita atas meninggalnya Imanuel.

"Saya sebagai Kepala Staf Angkatan Udara dan Ketua Umum Pia Ardhya Garini beserta seluruh keluarga besar TNI AU menyatakan rasa berdukacita yang sedalam-dalamnya diiringi doa semoga almarhum Bapak Imanuel Nuhan wafat dalam damai, diampuni segala dosanya, dan diterima segala amal baik, khususnya pengorbanan beliau kepada bangsa dan negara, oleh Tuhan YME," ucap Yuyu.

"Selamat jalan, Bapak Imanuel Nuhan, darma baktimu telah menorehkan tinta emas dalam sejarah TNI AU. Kami akan selalu termotivasi dan mengenang jasa beliau untuk membangun Angkatan Udara yang lebih baik," sambungnya.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com