detikNews
2019/10/10 19:10:38 WIB

Penerjun Pertama RI Meninggal, KSAU: Imanuel Nuhan Torehkan Tinta Emas Sejarah

Elza Astari Retaduari - detikNews
Halaman 2 dari 2
Penerjun Pertama RI Meninggal, KSAU: Imanuel Nuhan Torehkan Tinta Emas Sejarah KSAU Marsekal Yuyu Sutisna (Foto: dok. TNI AU)

Kisah penerjunan pertama pasukan TNI AU bermula dari surat Gubernur Kalimantan Pangeran Mohammad Noor tentang permintaan kepada AURI agar dapat mengirimkan pasukan payung ke Kalimantan untuk membentuk dan menyusun gerilyawan dalam membantu perjuangan rakyat Kalimantan, mendirikan stasiun radio induk untuk keperluan membuka jalur komunikasi Kalimantan dengan Yogyakarta, serta menyiapkan daerah penerjunan (dropping zone) bagi penerjunan selanjutnya.

Permintaan tersebut disambut KSAU saat itu, Komodor Udara Suryadi Suryadarma. Dia kemudian memerintahkan Mayor Udara Tjilik Riwoet untuk mempersiapkan prajurit-prajurit AURI yang akan diterjunkan di Kalimantan.

Pada 17 Oktober 1947 dini hari, pesawat Dakota RI-002, dengan pilot Bob Freeberg dan kopilot Opsir Udara III Suhodo takeoff dari Pangkalan Udara Maguwo, Yogyakarta, terbang menuju Kalimantan dengan melintasi lautan dan menelusuri hutan belantara.


Ketiga belas prajurit AURI diterjunkan di daerah Sambi, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Mereka adalah Heri Hadi Sumantri, FM Suyoto, Iskandar, Ahmad Kosasih, Bachri, J Bitak, C Willem, Amirudin, Ali Akbar, M. Dahlan, JH Darius dan Marawi, serta Imanuel Nuhan.

Para penerjun tersebut tercatat belum pernah mendapat pendidikan terjun payung secara sempurna, kecuali mendapatkan pelajaran teori dan latihan di darat atau ground training. Itu adalah operasi lintas udara pertama dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Sebelum meninggal dunia, Imanuel Nuhan merupakan satu-satunya penerjun pertama RI yang masih hidup.
(elz/bar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com