Ombudsman: Irwasum Polri Tolak Saran Terkait Penanganan Demo 21-22 Mei

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 10 Okt 2019 18:15 WIB
Anggota Ombudsman Ninik Rahayu di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019). (Yulida/detikcom)


Adapun beberapa saran Ombudsman kepada Polri yang ditolak adalah, pertama, meminta kepolisian melakukan evaluasi terkait temuan tersebut. Ninik meminta polisi memberikan sanksi bagi pejabat yang tidak berkompeten tanpa mencampuri urusan polisi.

"Kami minta kepolisian untuk melakukan evaluasi. Jadi kami tidak mencampuri kewenangan kepolisian. Kami menemukan ini, kami minta Bapak Kapolri untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh," kata Ninik.

Saran kedua, Ombudsman meminta pengawas internal Polri melakukan pemeriksaan dan menjatuhkan sanksi bila ada oknum yang bersalah. Selain itu, Ombudsman meminta polisi membuka hasil investigasi terkait kerusuhan 21-22 Mei yang akhirnya menimbulkan sejumlah korban jiwa. Ombudsman meminta polisi memproses hukum sesuai dengan prosedur dan Perkapolri.

"Kami juga minta ke bagian hukum dan kepada Kapolri untuk membuka hasil investigasi, selama ini kan membentuk tim investigasi independen. Tolong dibuka karena masyarakat juga punya hak untuk mengetahui hasilnya," kata Ninik.
Halaman

(yld/knv)