detikNews
2019/10/10 18:03:45 WIB

Potret Islami Keluarga Wiranto, dari Anak Belajar Islam dan Menantu Berjenggot

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Potret Islami Keluarga Wiranto, dari Anak Belajar Islam dan Menantu Berjenggot Potret Islami Keluarga Wiranto, dari Anak Belajar Islam dan Menantu Berjenggot/Foto: Foto viral keluarga Wiranto
Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menjadi korban penusukan di Pandeglang, Banten pada Kamis siang, 10 Oktober 2019.

Polisi menyebut pelaku penyerangan diduga terpapar ISIS. Padahal sebenarnya keluarga Wiranto sangat religius dan islami.

Potret islami keluarga Wiranto tersiar saat pemakaman cucunya, Ahmad Daniyal Al Fatih pada akhir 2018 lalu. Dalam foto terlihat putri-putri dan menantu juga cucu-cucunya mengenakan busana muslim yang bercadar dan berserban.

Melihat penampilan tersebut ada netizen yang menyebut keluarga Wiranto terpapar paham radikal. Wiranto merasa perlu meluruskan tudingan tersebut. Kepada Tim Blak blakan detikcom, mantan Panglima ABRI itu mengaku memberikan kebebasan putra putrinya dalam memilih model busana yang dikenakan.

"Kamu boleh kenakan baju apa saja, selama kamu merasa nyaman tetapi yang penting janganlah penampilanmu hanya untuk pamer tentang ke-Islamanmu, karena kedalaman agamamu bukan diukur dari pakaianmu atau penampilanmu, tetapi akhlak dan perilakumulah yang lebih utama," ujar Wiranto pada 19 November 2018.

Berikut potret islami keluarga Wiranto:





1. Anak Keluar dari UGM dan Belajar Islam di Afsel

Putra bungsu mantan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Zaenal Nurrizki, keluar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) lalu belajar Islam di sekolah tinggi ilmu Islam di Johannesburg, Afrika Selatan (Afsel). Di Afsel, Zaenal tinggal di asrama kampus.

Suami Rugaiya Usman Wiranto ini membenarkan anaknya keluar dari UGM dan memilih belajar Islam di Afsel. Menurut Wiranto, anaknya itu dengan kesadaran sendiri minta izin keluar dari UGM dan belajar Islam di UGM.

"Padahal dengan kesadarannya sendiri dia minta izin untuk keluar dari Universitas Gadjah Mada yang sangat bergengsi itu karena keprihatinan dan kesadarannya melihat perilaku sebagian generasi muda yang tidak lagi memiliki kepribadian yang terpuji," ujar Wiranto.

Wiranto menyebut, anaknya itu mendalami Al Quran untuk memantapkan akhlak dan moralnya sebagai basis pengabdiannya sebagai generasi penerus. Lewat internet, dia memilih tempat belajar Al Quran yang bebas politik, Ponpes Internasional di wilayah Land Asia Afrika Selatan yang khusus untuk memantapkan pemahaman Al Quran yang mengedepankan persaudaraan dan kedamaian, bukan sekolah teroris.

Namun baru setahun belajar di Afsel, anaknya sakit demam. Anak Wiranto meninggal dan dimakamkan di Afsel. Zaenal masih berusia 23 tahun dan baru menikah awal tahun 2013 dengan Salsabila. Salbila saat menikah dengan Zaenal berumur 15 tahun dan merupakan salah satu murid dari Perguruan Tinggi Ilmu Agama Islam Darul Uloom Zakariyya, di mana Zainal bersekolah di sana.

"Dia meninggal di sana karena sakit, di saat membaca ayat-ayat suci. Maka saat ada orang yang mencibir dan memfitnah, sayapun hanya tertawa, karena memang tidak perlu saya layani," tutur Wiranto.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com