detikNews
Kamis 10 Oktober 2019, 17:27 WIB

Kata Polisi soal Permohonan Penangguhan Penahanan Sekjen PA 212 di Kasus Ninoy

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Kata Polisi soal Permohonan Penangguhan Penahanan Sekjen PA 212 di Kasus Ninoy Kombes Argo Yuwono (Foto: Samsuduha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Sekjen PA 212 Bernard Abdul Jabbar mengajukan permohonan penangguhan penahanan dalam kasus penganiayaan Ninoy Karundeng. Bernard meminta penahanannya ditangguhkan karena alasan kesehatan. Lalu apa kata polisi?

"Nanti kewenangan mengabulkan atau tidak di penyidik yang sebagai kompeten menerima penilaian," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Argo menyebutkan penangguhan penahanan murni kewenangan penyidik. Penyidik yang akan mempertimbangkan apakah Bernard layak diberi penangguhan penahanan atau tidak.

"Namanya penangguhan itu hak dari pada tersangka, keluarga tersangka ya itu silakan saja mengajukan penangguhan penahanan," ungkap Argo.

Sementara Argo juga memastikan kondisi Bernard di Rutan Polda Metro Jaya sehat. Argo membantah kabar bahwa Bernard dirawat di rumah sakit.


"Kemarin beredar kabar bahwa tersangka sakit di rumah sakit itu tidak ada, semuanya sehat di tahanan Polda Metro Jaya yang tersangka (Bernard)," imbuh Argo.

Bernard sebelumnya ditangkap polisi di Tol Tomang pada Senin (7/10) siang. Bernard kemudian diperiksa hingga larut malam.

Pada Selasa (8/10), Bernard ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Bernard langsung ditahan saat itu.

Sebelumnya, pengacara Bernard menyampaikan alasan permohonan penangguhan penahanan kliennya.

"Tadi siang sudah kita masukan (permohonan penangguhan) sesuai prosedur kepada Kapolda hingga ke tingkat penyidik sudah kita masukan," kata kuasa hukum FPI Aziz Yanuar kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (9/10).


(sam/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com