detikNews
2019/10/10 16:53:57 WIB

Kivlan Zen Dirawat di RSPAD, Sidang Kasus Senpi Ilegal Ditunda

Faiq Hidayat - detikNews
Halaman 2 dari 2
Kivlan Zen Dirawat di RSPAD, Sidang Kasus Senpi Ilegal Ditunda Sidang Kivlan Zen Ditunda (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)


Kivlan, sambung Tonin, mempunyai permintaan agar pembacaan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dan peluru tajam tetap dibacakan. Meskipun Kivlan Zen masih dirawat di RSPAD.

"Pak Kivlan ada permintaan, kami harus sampaikan juga kepada yang mulia, eksepsi tetap dibacakan kami tidak boleh membantah tapi keputusan ada berada di yang mulia," jelas Tonin.

Kondisi Kivlan, lanjut Tonin, sudah membaik, namun masih perlu pemulihan pascaoperasi. Jika menunggu sembuh sampai 6 bulan, sidang ini dinilai tidak berjalan.

"Kalau lihat bolong kaki, 6 bulan baru bisa tertutup jadi sidang tidak bisa jalan-jalan, dong. Karena penetapan sampai sembuh sampai tertutup, maka ditangguhkan atau menjadi tahanan kota jadi bisa bersidang karena kita ingin tuntas perkara," ujar Tonin.

Akibat hal tersebut, hakim ketua Hariono mengatakan terdakwa Kivlan Zen harus dihadirkan untuk agenda pembacaan eksepsi atas dakwaan JPU. Namun hakim tidak ingin orang sakit dipaksa hadir ke persidangan.

"Kami tidak ingin timbul fitnah orang sakit dipaksa sidang. Meski sakit, terdakwa setuju mau diperiksa berani saya. Tolong memberi pemahaman ya, terpaksa sidang kami tunda Kamis depan, semoga cepat ya," ujar hakim Hariono.


Kivlan Zen sebelumnya didakwa atas kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dan peluru tajam. Senpi dan peluru dibeli dari sejumlah orang tanpa dilengkapi surat.

Kivlan Zen didakwa dengan Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo Pasal 56 ayat (1) KUHP.
(fai/haf)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com