detikNews
Kamis 10 Oktober 2019, 14:23 WIB

Sulit Dapat Air Bersih, Desa di Lampung Kelola Sumur Bor Lewat BUMDes

Nurcholis Maarif - detikNews
Sulit Dapat Air Bersih, Desa di Lampung Kelola Sumur Bor Lewat BUMDes Foto: Nurcholis Maarif/20detik
Way Kanan - Sebelum adanya sumur bor tahun 2010, warga Sri Rezeki, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Lampung sering kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka biasanya mendapat air dari lebung (semacam rawa) yang seringkali kering di musim kemarau serta kesulitan untuk menggali sumur.

Selain itu, akses mendapatkan air bersih dari luar daerah juga dirasa sulit. Pasalnya kampung Sri Rezeki yang berjarak 20 km dari pusat kabupaten ini terkendala di akses jalan yang rusak (sampai saat ini) dan harus melewati hutan register yang sepi dan rawan.

Guna mengatasi masalah tersebut, diadakan lah musyawarah kampung untuk mengusulkan program pembuatan sumur bor yang akhirnya terdanai oleh PPIP.

"Waktu itu pelaksanaan ada di dua titik dengan dana sekitar Rp 245 juta, dibangun dua unit sumur bor, pemipaan jaringan sepanjang 2.600 meter. Pelanggan mencapai 140-an kepala keluarga (KK) di dua titik. Untuk air bersih ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari kaya memasak dan macam-macam," ucap Ketua BUMDes Mandiri Pangan Sejahtera M Jahidin saat ditemui detikcom.


Jahidin mengatakan, air bersih dari sumur bor ini awalnya dikelola berdasarkan peraturan kampung. Lalu setelah adanya Undang-Undang Desa, berubah dikelola oleh BUMDes. Hingga akhirnya pada tahun 2019, BUMDes Mandiri Pangan Sejahtera menjadi juara 3 lomba BUMDes tingkat provinsi dengan pengelolaan air bersih sebagai unit usaha andalannya.

Menurut Jahidin, sampai saat ini warga Sri Rezeki yang menggunakan jasa air bersih mencapai 236 KK dari total 600-an KK. Ia juga menjelaskan, biaya pertama yang harus dikeluarkan warga untuk menggunakan jasa air bersih ini sebesar Rp 500 ribu.

Biaya ini digunakan untuk kebutuhan administrasi, pengadaan pipa jaringan untuk distribusi air, dan membayar tenaga karyawan yang memasang. Menurutnya, warga tidak dibatasi terkait penggunaan air ini, tetapi harus membayar per bulannya sekitar Rp 3.000.

Sulit Dapat Air Bersih, Desa di Lampung Kelola Sumur Bor Lewat BUMDesFoto: Dok. Desa Sri Rezeki


"Kemudian fasilitas umum kita adakan gratis di masjid dan musala, ada 2 masjid dan 4 musala. Kemudian di SDN Sri Rezeki gratis, perkantoran kampung semuanya gratis, tetapi paling biaya awal membantu untuk pemipaan ke stop kerannya," ucap Jahidin.

"Yang jelas kedalaman sumur bor 100 meter, casing 80 meter, sibel 60 meter. Kalau debit air yang dikeluarkan belum dihitung, tetapi kebutuhan masyarakat terpenuhi dan sampai hari ini belum pernah kering. Kalau sibel 2 sampai 3 kali pernah ganti karena memang masalah waktu," imbuhnya.


Selain pengelolaan air bersih, kata Jahidin, BUMDes Mandiri Pangan Sejahtera juga mengembangkan unit usahanya di penyewaan alat pesta dan tenda acara setelah mendapat bantuan modal dari Dana Desa. Selain itu, ada juga jasa transfer BRILink dan kini sedang mengembangkan unit usaha bank sampah.

Salah seorang warga Sri Rezeki yang juga menggunakan jasa air bersih ini, Hadi, mengatakan mendapat manfaat dari adanya sumur bor ini. Ia sudah menggunakan air bersih ini sejak 2012.

"Kalau musim kemarau, masyarakat sini sebelum ada sumur bor, yang punya sumur saja kering. Banyak lari ke sungai, cari-cari air yang sisa itu yang dikonsumsi. Makanya alhamdulillah sekarang masyarakat terbantu," ucapnya.

"Untuk keseharian, untuk minum, masak, mencuci, terutama yang itu. Di rumah 4 orang, anak 2 dan istri. Kalau bayar bulanan, enggak tentu bayarnya, tergantung pemakaian. Biasanya paling Rp 30 ribu atau Rp 25 ribu. Kalau ada acara yasinan atau acara agak besar, bisa nyampe Rp 50 ribu," imbuh Hadi.

Adapun informasi lainnya mengenai Kemendes PDTT bisa cek di sini.



(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com