detikNews
Kamis 10 Oktober 2019, 12:38 WIB

Bikin Grup 'G30S STMBangkit' untuk Provokasi Demo, Pria di Aceh Ditangkap

Agus Setyadi - detikNews
Bikin Grup G30S STMBangkit untuk Provokasi Demo, Pria di Aceh Ditangkap Foto: Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriyono (Agus-detik)
Banda Aceh - Seorang pria asal Aceh Utara, Aceh berinisial MIK (30) ditangkap tim cyber crime Polda Aceh karena diduga melakukan provokasi agar terjadi kerusuhan saat demo penolakan RUU KPK. MIK membuat beberapa grup untuk menyebarkan konten provokatif.

"Pelaku MIK ini membuat grup WhatsApp bernama 'G30S STMBangkit' dan dua grup di Facebook. Dia kita tangkap setelah kita lakukan penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriyono kepada wartawan di Mapolda Aceh, Kamis (10/10/2019).



Penangkapan MIK dilakukan pada Kamis (3/10) lalu sekitar pukul 23.00 WIB di kawasan Lhokseumawe. Menurut Ery, pelaku MIK membuat WA Grup 'G30S STMBangkit' dengan tujuan untuk mengajak pelajar mengikuti demo dan melakukan kerusuhan.

Anggota grup berjumlah lebih 100 orang ini tersebar di seluruh Indonesia. Di dalam grup, MIK membagikan konten-konten berisi gambar dan video provokatif.



Selain itu, MIK juga membuat dua grup Facebook yaitu 'Revolusi Mental' dan 'Cebong dan Kampret'. Kedua grup ini juga dipakai untuk menyebarkan konten yang sama.

"Di grup Facebook dia juga menyebarkan video provokatif kekerasan oleh polisi saat penanganan unjuk rasa anarkis. Selain itu dia juga membuat postingan dengan kata-kata tidak pantas sehingga dapat mengakibatkan keonaran di masyarakat," jelas Ery didampingi DirReskrimsus Polda Aceh Kombes T Saladin.

Ketiga grup itu dibuat MIK pada 25 September lalu atau saat demo penolakan RUU KPK dan RUU KUHP. Polisi yang mengetahui adanya grup provokatif tersebut melakukan penyelidikan dan mencari keberadaan pelaku.



Menurut Ery, konten yang diunggah MIK di ketiga grup juga bertujuan untuk menarik perhatian massa yang melihat postingan tersebut. Selain itu, dia juga ingin memberikan pemahaman negatif kepada Indonesia setelah demo besar-besaran tersebut.

"MIK ini juga ingin memberikan pemahaman negatif untuk pemerintaan bapak Jokowi setelah kejadian unjuk rasa pada 25 September lalu," ungkapnya.

Akibat perbuatannya, MIK dijerat dengan UU ITE dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. Dia kini ditahan di Mapolda Aceh.


Simak Video "KPAI Bentuk Tim Terpadu Cegah Pelibatan Anak dalam Demo"

[Gambas:Video 20detik]


(agse/rvk)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com