detikNews
Kamis 10 Oktober 2019, 11:31 WIB

Antisipasi Serangan Siber, BSSN Bicara Pentingnya Regulasi

Zunita Putri - detikNews
Antisipasi Serangan Siber, BSSN Bicara Pentingnya Regulasi Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian. (Foto: Zunita/detikcom)
Jakarta - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bicara pentingnya antisipasi serangan siber di era digital. BSSN menyebut salah satu upayanya yakni melalui manajemen krisis siber sebagai langkah administratif dalam rangka pengambilan keputusan secara cepat.

"Semua potensi ancaman keamanan siber menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan sistem elektronik karena serangan siber terjadi secara masif hingga dapat mengancam jiwa manusia, kestabilan ekonomi, bahkan kedaulatan negara. Untuk itu negara harus dapat mengantisipasi dan siap menghadapinya apabila benar-benar terjadi," kata Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian, dalam sambutannya di FGD 'Manajemen Krises Siber' di Hotel Grandkemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019).



Namun, kata Hinsa, dalam pelaksanaannya manajemen krisis siber, perwujudan keputusan cepat belum bisa dilaksanakan secara real time.

"Disadari atau tidak disadari oleh kita bahwasanya respons dalam wujud keputusan cepat dan tepat terhadap kemungkinan risiko maupun kerusakan justru belum bisa dilaksanakan secara real time," tuturnya.

Hinsa kemudian bicara soal hasil penelitian yang menunjukkan perkiraan ekonomi berbasis internet di Asia Tenggara. Dia membeberkan, perputaran ekonomi digital di tahun 2019 mencapai US$ 100 miliar atau Rp 1.418 triliun.

"Jumlah tersebut sebesar 40 persen atau senilai US$ 45 miliar berasal dari Indonesia," terangnya.





Lebih lanjut, Hinsa lalu mengutip data yang menyebut tahun 2025 mendatang diproyeksi nilai ekonomi regional mencapai US$ 300 miliar dengan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tembus US$ 133 miliar. Dengan angka tersebut, menurut Hinsa, Indonesia harus menjaga potensi tersebut guna menumbuhkan ekonomi nasional.

"Sehingga sejalan dengan hal tersebut, BSSN memiliki peran meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dengan fokus kepada bidang keamanan siber melalui penyediaan dan pengamanan ekosistem ranah siber yang nyaman, ramah, dan aman," katanya.



"Salah satu upaya yang diberikan yaitu memberikan jaminan keamanan data kepada masyarakat Indonesia melalui regulasi infrastruktur teknologi yang aman dan sumber daya manusia yang profesional," imbuhnya.

Dia mengatakan tanpa regulasi Indonesia akan kehilangan peluang sosial ekonomi, bahkan keamanan negara terancam.

"Karena data pribadi merupakan komunitas bisnis dan derajat warga negara. Saat ini transaksi banyak dilakukan secara digital yang semuanya perlu diamankan sehingga keamanan siber merupakan hal sangat penting dan mendesak untuk menopang dan mendukung digitalisasi termasuk revolusi industri 4.0 yang serba digital dan terhubung melalui internet," kata Hinsa.


(zap/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com