detikNews
2019/10/10 10:38:31 WIB

PHRI Minta Pariwisata Anyer Dibenahi daripada Hotel Mesti Bahasa Indonesia

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Halaman 1 dari 2
PHRI Minta Pariwisata Anyer Dibenahi daripada Hotel Mesti Bahasa Indonesia Ilustrasi pariwisata Anyer. (Foto: dok. Istimewa)
Serang - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten angkat suara terkait Perpres 63/2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia. Pengurus PHRI menilai, daripada mengganti nama lebih baik pemerintah memperhatikan wisata khusus di sepanjang pantai Anyer ke Tanjung Lesung yang kena imbas tsunami Selat Sunda.

Ketua PHRI Banten Ahmad Sari Alam mengatakan, aturan mengubah nama hotel jadi Bahasa Indonesia pernah dilakukan pada periode SBY saat menjadi presiden. Namun, ada hotel-hotel berbintang yang tak bisa mengubah nama karena sudah jadi trademark.



"Kalau saya sendiri sih ndak usah lah kalau nama-nama gitu, semua internasional kan tahu," kata Sari Alam saat dimintai tanggapan oleh detikcom di Serang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Dia juga pernah mengganti nama hotel Merak Beach Hotel jadi Pantai Merak Hotel. Tapi, perubahan nama itu tidak efektif karena pengunjung lebih tahu penamaan dengan bahasa asing.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com