detikNews
Kamis 10 Oktober 2019, 06:25 WIB

Kisah Sahabat Nabi: Umar bin Khattab, Awalnya Benci Lalu Membela Islam

Erwin Dariyanto - detikNews
Kisah Sahabat Nabi: Umar bin Khattab, Awalnya Benci Lalu Membela Islam Kisah sahabat nabi, Umar bin Khatab (Ilustrasi: Fauzan Kamil/detikcom)
FOKUS BERITA: Kisah Sahabat Nabi
Jakarta -

Kisah sahabat Nabi, Umar bin Khattab yang awalnya membenci Rasulullah shallallahu alaihi wasallam namun kemudian masuk Islam menarik diketahui. Umar yang dikenal sebagai orang keras, disegani dan ditakuti di kalangan kaum Quraisy itu masuk Islam setelah mendengar bacaan Surat Thaha.



Seperti apa kisah sahabat nabi ini kemudian masuk Islam?

Masuknya Umar bin Khattab al-'Adi al-Quraisy menjadi pemeluk Islam adalah jawaban Allah atas doa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Sebab di awal kenabiannya, Muhammad SAW selalu berdoa agar Allah memperkuat Islam dengan Abu Jahal atau Umar bin Khattab.

"Ya Allah, perkuat Islam dengan Abul Hakam bin Hisyam (Abu Jahal) atau Umar bin Khattab." Begitulah doa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam seperti dikutip dari Sirah Nabawiyah karya Abdul Hasan 'Ali Al-Hasani An-Nadwi.



Sahdan. Kisah sahabat nabi ini bermula ketika pada suatu hari Umar bin Khattab yang ketika itu sangat membenci Islam bermaksud menemui Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Dia ingin menghentikan dakwah Rasulullah karena dianggap telah memecah belah suku Quraisy.

Dari beberapa teman, Umar tahu Rasulullah SAW dan para sahabat sedang berada di bukit Shafa. Maka dengan menyandang pedangnya, Umar bergegas menuju bukit Shafa.

Di tengah jalan dia bertemu dengan Nu'aim bin 'Abdullah yang sudah memeluk Islam lebih dulu. Kepada Umar, Nu'aim bertanya,"Hendak ke mana engkau wahai Umar?"



"Aku hendak menemui Muhammad, orang yang telah menimbulkan perselisihan di antara kaun Quraisy dan menganggap bodoh mimpi-mimpi mereka. Ia juga mencela agama dan mencerca tuhan-tuhan mereka. Aku akan membunuhnya!" jawab Umar.

Nu'aim menuding Umar telah menipu diri sendiri. Sebab saudara perempuan Umar, Fatimah binti Khattab dan anak pamannya, Sa'id bin Zaid sudah masuk Islam mengikuti ajaran Rasulullah SAW. "Jadi engkau harus mengurusi mereka lebih dulu," kata Nu'aim kepada Umar.

Mendengar jawaban Nu'aim, Umar pun balik badan. Tak jadi ke Bukit Shofa, Umar menuju kediaman adik perempuannya, Fatimah dan suaminya Sa'id bin Zaid. Di rumah Fatimah saat itu ada juga Khabbab bin al-Arut.

Kisah sahabat nabi kemudian berlanjut ketika masuk pekarangan rumah sang adik, Umar sayup-sayup mendengar bacaan Alquran Fatimah. Sejumlah sumber menyebut yang sedang dibaca Fatimah, Sa'id dan Khabbab adalah Surat At-Thaha. Saat tahu ada Umar yang datang, Fatimah dan Sa'id menyembunyikan lembaran bacaan Alquran.

Umar sempat menanyakan suara bacaan yang dibaca Fatimah. Namun baik Fatimah mau pun Sa'id kompak menjawab tak ada suara apa-apa. Tak puas dengan jawaban adik dan iparnya, Umar mencengkeram Said sambil berkata, "Aku telah diberitahu bahwa kalian telah menjadi pengikut agama Muhammad."

Fatimah bermaksud membela suaminya, namun mendapat pukulan dari Umar hingga berdarah. Umar menyesal telah memukul sang adik. Dengan suara tak lagi meninggi dia meminta agar Fatimah dan Sa'id menunjukkan lembaran yang baru saja mereka baca.

"Aku ingin melihat apa yang dibawa Muhammad," kata Umar.

Sa'id dan Fatimah pun kemudian menyerahkan lembaran Surat at Thaha kepada Umar. "Sungguh indah kata-kata ini. Sungguh mulia kata-kata ini," kata Umar setelah membacanya.

Umar pun bergegas menuju bukit Shafa, tempat Rasulullah SAW dan para sahabatnya berkumpul saat itu. Di depan Nabi Muhammad dan para sahabat, Umar menyatakan diri masuk Islam.

Gema takbir berkumandang di ruangan tempat Nabi Muhammad SAW dan para sahabat berkumpul saat mendengar Umar telah masuk Islam. Sejak itu Umar menjadi salah satu sahabat terdekat Rasulullah. Umar juga menjadi Khalifah ke-2 setelah Abu Bkaar Shidiq. Itulah kisah sahabat nabi tentang Umar bin Khattab yang awalnya benci berbalik jadi pemeluk Islam.


(erd/lus)
FOKUS BERITA: Kisah Sahabat Nabi
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com