detikNews
2019/10/10 05:45:21 WIB

Round-Up

Gibran di Antara Politik Dinasti dan Dukungan Politisi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 3
Gibran di Antara Politik Dinasti dan Dukungan Politisi Foto: Gibran Rakabuming Raka (Angga Aliya/detikcom)
Jakarta - Rencana Gibran Rakabuming Raka maju di Pemilihan Wali Kota Solo 2020 memunculkan stigma politik dinasti mengikuti jejak sang ayah, Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Di sisi lain, dukungan dari para politisi mengalir untuk Gibran.

Pencalonan Gibran untuk Pilwalkot Solo 2020 menguat setelah dirinya mendaftarkan diri menjadi kader PDIP. Bagi founder lembaga survei Indo Barometer M Qodari, rencana pencalonan Gibran dinilai memang bakal riuh terbaca sebagai dinasti politik sang presiden.

"Mau nggak mau orang akan membaca seperti itu karena dinasti politik terdefinisi di mana keluarga menjadi penerus atau menjadi suksesor untuk jabatan publik, terutama kepala daerah dan kepala pemerintahan," kata Qodari kepada wartawan, Rabu (9/10/2019).


Qodari memandang dinasti politik selalu jadi pro dan kontra. Yang pro maupun kontra punya argumen sendiri-sendiri. Namun, menurut Qodari, dinasti politik pada akhirnya menuntut bukti.

"Yang pro mengatakan ya namanya minat orang ya wajar dong bapaknya jadi pengusaha anaknya pengin jadi pengusaha, bapaknya wali kota anaknya juga ingin jadi wali kota. Yang kontra mengatakan harus kasih kesempatan dengan orang lain. Biasanya dianggap anak atau keluarga itu mendapatkan dukungan atau insentif politik lebih dengan politisi di luar itu. Itu kontranya," jelas Qodari.

Pembelaan datang dari mulut para politisi untuk Gibran Rakabuming Raka.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com