detikNews
Rabu 09 Oktober 2019, 23:43 WIB

Diperiksa Polisi, Munarman Jelaskan Soal Minta CCTV ke DKM Masjid Al Falah

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Diperiksa Polisi, Munarman Jelaskan Soal Minta CCTV ke DKM Masjid Al Falah Foto: Sekum FPI Munarman di Polda Metro Jaya. (Rifkianto Nugroho-detikcom)
Jakarta - Sekretaris Umum FPI Munarman juga ditanya terkait CCTV Masjid Al Falah saat diperiksa polisi terkait kasus penganiayaan Ninoy Karundeng. Munarman menjelaskan soal CCTV itu.

"Soal rekaman CCTV di masjid yang di situ kan ada berbagai macam rekaman nah saya minta CCTV itu untuk saya lihat," kata Munarman di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (9/10/2019).


Dia mengaku meminta CCTV agar mengetahui kondisi di masjid. Dengan begitu, dia bisa memberikan nasihat hukum.

"Supaya saya selaku orang hukum bisa meng-asessment kondisi masjid seperti apa sehingga saya bisa menilai dan memperkirakan langkah-langkah hukum apa, nasihat-nasihat hukum apa yang perlu saya berikan ke pengurus masjid itu aja," ujarnya.

Munarman berkomunikasi dengan salah seorang pengurus Masjid Al Falah itu pada 2 Oktober. Dua hari setelah peristiwa Ninoy Karundeng.

"Dan itu tanggal 2 (Oktober) konsultasinya salah satu tersangka yang kebetulan pengurus mesjid itu tanggal 2 Oktober. Jadi 2 hari setelah peristiwa di Masjid Al Falah," ucapnya.

Munarman mengaku tidak ada di Masjid Al Falah saat terjadi dugaan penganiayaan terhadap Ninoy. CCTV itu juga belum dilihat Munarman hingga kini.

"CCTV masjid. Saya sendiri belum lihat saya belum dapat sampai hari ini," tuturnya.

Polisi sebelumnya menyebut ada jejak Munarman dalam kasus Ninoy. Menurutnya, Munarman memerintahkan pengurus Masjid Al-Falah, tempat kejadian perkara penganiayaan Ninoy, untuk menyalin rekaman CCTV.

"Kemudian ada juga Insinyur S ya. Dia ini sekretaris daripada DKM ya. Dia perannya adalah dia ada di lokasi kejadian kemudian yang bersangkutan memerintahkan menyalin data daripada data yang ada di laptop," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (7/10).

Menurut Argo, insinyur S melaporkan semua hal kepada Munarman. S lalu disebut mendapat perintah untuk menghapus rekaman CCTV.


Munarman menyanggah pernyataan polisi tersebut. Dia mengaku meminta rekaman CCTV untuk melihat situasi di Masjid Al Falah.

"Ngawur dia... emang suka ngawur dia kalau ngasih keterangan pers. Yang saya minta rekaman CCTV masjid... karena saya pengin lihat situasi masjid saat tanggal 30 malam sampai pagi," kata Munarman saat dimintai konfirmasi, Senin (7/10).


(idh/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com