detikNews
Rabu 09 Oktober 2019, 22:04 WIB

Round-Up

Denny Indrayana Banting Setir Lagi

Tim detikcom - detikNews
Denny Indrayana Banting Setir Lagi Foto: Denny Indrayana (Screenshoot 20detik)
Jakarta - Denny Indrayana banting setir lagi. Pria yang merupakan profesor di bidang hukum tata negara ini sudah berulang kali berganti pekerjaan. Dari mulai pekerjaan dosen, Wakil Menteri, pengacara untuk gugatan MK pernah ia lakoni. Kini Denny memantapkan langkah untuk maju dalam Pilgub Kalimantan Selatan 2020.

Sebagaimana diketahui, Denny mengawali karirnya sebagai dosen di UGM. Saat mengambil pendidikan doktor di Australia, analisisnya kerap menghiasi media massa, terutama soal tema korupsi. Maka tak heran jika ia juga dikenal sebagai aktivis antikorupsi.

Dia juga ikut mendirikan Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM. Kiprahnya di dunia hukum terus moncer. Denny dipanggil SBY menjadi staf khusus presiden di usia 34 tahun, kemudian Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum (PMH), dan terakhir sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM. Denny meraih gelar profesor di bidang hukum tata negara di usia 38 tahun.


Setelah masa tugas SBY berakhir, kepopuleran Denny perlahan meredup. Bahkan Denny, yang dulu aktivis antikorupsi, malah menjadi tersangka kasus korupsi payment gateway Kemenkum HAM.

Dia kemudian muncul sebagai pengacara dalam kasus korupsi yang menyeret megaproyek Meikarta. Denny menjadi kuasa hukum pengembang proyek Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU).



Usai coblosan Pemilu 2019, Denny lantas ditunjuk sebagai salah satu pengacara capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk bertarung di Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengguggat kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Namun Denny dan kawan-kawan gagal. MK menolak semua gugatan Prabowo-Sandi.

Lantas, pada Juli 2019, Denny banting setir menjadi pembela Pemprov DKI Jakarta. Dia ditunjuk oleh Gubernur Anies Baswedan. Pemprov berencana mengajukan banding sengketa lahan Stadion BMW ke PT TUN DKI Jakarta. Namun sayang, jasa Denny batal dipakai Pemprov DKI. Kendati demikian, Pemprov DKI masih memakai jasa Denny sebagai pendamping tim ahli dari Biro Hukum DKI untuk gugatan Pulau I yang bergulir di PTUN Jakarta.


Berselang tiga bulan, Denny banting setir lagi. Dia memutuskan mencari tiket ke gelanggang Pilgub Kalimantan Selatan 2020. Langkah pertama yang Denny lakukan yakni dengan mengambil formulir pendaftaran sebagai calon gubernur via Partai NasDem.

Denny menilai, langkah yang ia ambil ini merupakan panggilan sebagai putra daerah. Denny sendiri kebetulan memang lahir di Pulau Laut, Kalimantan Selatan.

"Kebetulan saya putra daerah lahir di Pulau Laut, Kalimantan Selatan, dan besar di Banjarbaru di Kalimantan Selatan, jadi ada panggilan untuk mengabdi dan ikut berkontribusi dalam perbaikan dan pembangunan di Kalimantan Selatan," kata Denny saat dihubungi, Rabu (9/10/2019).


Dia mengatakan, Kalsel merupakan wilayah Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya. Menurutnya, sumber daya alam yang melimpah ini mestinya dikelola dengan sistem manajemen antikorupsi.

"Kalsel ini sebagaimana juga wilayah Indonesia yang lain kaya dengan berbagai sumber alam, kekayaan alam, batu bara, dan berbagai tambang lainnya sehingga sebenarnya dengan pengelolaan yang baik, dengan manajemen antikorupsi, seharusnya pembangunannya bisa kita efektifkan untuk kesejahteraan rakyat Kalimantan Selatan," jelas Denny.

Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM itu menjelaskan alasannya mengambil formulir pendaftaran cagub lewat NasDem. Dia berbicara soal politik tanpa mahar yang ditawarkan partai besutan Surya Paloh itu.

"Salah satunya kan karena yang membuka pendaftaran NasDem, nanti kalau partai lain membuka pendaftaran, saya juga akan mengambil formulir juga. Yang kedua, saya tertarik dengan ide tanpa mahar. Satu yang ingin saya kedepankan juga adalah politik yang bersih, politik tanpa money politics. Jadi itu yang akan coba kita dorong sama-sama. Itu sebabnya, pada saat NasDem membuka pendaftaran dan salah satu tanpa mahar, saya ikut partisipasi," jelas Denny.

Denny pun mengaku sudah turun menyapa masyarakat Kalsel dengan hadir sebagai pembicara dalam beberapa kesempatan. Denny berharap masyarakat Kalsel berkenan mendukungnya sebagai cagub.

Terkait elektabilitas dan popularitasnya di Kalsel, Denny menyerahkan penilaian kepada masyarakat. Dia akan berfokus menjalankan tahapan Pilkada Kalsel 2020.

"Masalah elektabilitas dan popularitas itu saya serahkan kepada masyarakat Kalsel untuk menilai bagaimana. Saya menjalani saya proses ini dengan baik, dengan sabar, yang penting tetap membawa semangat antikorupsi membangun Kalsel yang lebih baik ke depan," tutur Denny.


(rdp/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com