detikNews
2019/10/09 21:03:10 WIB

Round-Up

Kesalahan Situng Bikin Gempar, Berujung Putusan Anggota KPU Melanggar

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 3
Kesalahan Situng Bikin Gempar, Berujung Putusan Anggota KPU Melanggar Ilham Saputra. (Foto: Ari Saputra)


Ida mengatakan Situng bukan merupakan hasil final rekapitulasi pemilu. Tetapi, menurut DKPP keakuratan input data dalam situng merupakan kewajiban etik bagi para penyelenggara pemilu. Sebab KPU perlu memberi pelayanan dan sajian informasi terhadap masyarakat.

"Namun menurut DKPP, keakuratan input data sesuai dengan pindai salinan C1 yang berbasis pada TI merupakan kewajiban etik para teradu. Dalam memberikan layanan dan sajian informasi yang baik terhadap masyarakat, guna menghindari prasangka yang dapat mereduksi kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu," kata Ida.



Sementara itu, terkait surat suara tercoblos, DKPP menyatakan Ilham bersalah. Hal ini terkait pernyataan Ilham yang menyebut surat suara tercoblos adalah sampah. DKPP menilai pernyataan Ilham tidak sesuai dengan kode etik penyelenggara pemilu.

"Pernyataan dianggap 'sampah', menurut DKPP merupakan pemilihan diksi yang tidak tepat secara etik oleh penyelenggara pemilu di tengah kontestasi yang sedang memanas," tuturnya.

Berdasarkan pertimbangan itu, Ilham dinyatakan melanggar peraturan DKPP terkait kode etik penyelenggara pemilu. Ilham juga dikenakan sanksi berupa teguran dari DKPP.

"Berdasarkan hal tersebut, sepanjang pernyataan tercoblos tidak dapat dipertanggungjawabkan dianggap sampah, melanggar pasal 12 huruf a dan b peraturan DKPP nomor 2 tahun 2017 tentang kode etik penyelenggara pemilu," ujarnya.

"Menjatuhkan sanksi peringatan kepada teradu 2 Ilham Saputra selaku anggota KPU RI terhitung sejak dibacakan putusan ini," sambungnya.



Ida melanjutkan, sebaiknya dalam situasi politik seharusnya ada penggunaan diksi yang bijaksana. Sehingga bisa mendinginkan prasangka negatif.

"Dalam kondisi demikian sepatutnya teradu dua menggunakan diksi yang lebih bermartabat meyakinkan dan bijaksana, yang dapat mendinginkan suasana dan mereduksi prasangka prasangka terhadap ketidakprofesionalan penyelenggara pemilu," sambungnya.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com