detikNews
2019/10/09 14:58:38 WIB

ICW Dorong KPK Ajukan Sidang In Absentia Kasus BLBI Sjamsul Nursalim

Zunita Putri - detikNews
Halaman 2 dari 2
ICW Dorong KPK Ajukan Sidang In Absentia Kasus BLBI Sjamsul Nursalim Foto: Konferensi pers di ICW (Zunita Amalia Putri/detikcom)

Dia menjelaskan alasan ICW mendorong peradilan in absentia dilakukan agar setidaknya ada penetapan hukum untuk memulihkan aset negara yang merugi Rp 4,58 triliun. Jika orangnya tak bisa dipidana, kata Kurnia, setidaknya ada perampasan aset Sjamsul untuk memulihkan kerugian negara.

"Harapannya apa? Harapannya agar kalaupun pemidanaan badan tidak bisa dilakukan, harusnya perampasan aset bisa dilakukan. Karena kerugian negaranya Rp 4,58 triliun. Jadi, kita tidak hanya fokus pada pemidanaan badan saja, tapi fokus asset recovery atau pemulihan kerugian keuangan negara," tutur Kurnia.



"Mengingat korupsi BLBI sangat penting saat ini, karena nilai kerugian negaranya besar, dan kita berkejaran dengan masa kedaluwarsa pidana. Masa kedaluwarsa kasus BLBI ada di tahun 2022, karena kita merujuk pada penerbitan SKL pada tahun 2004, dalam KUHAP dijelaskan, kedaluwarsa itu 18 tahun. Ini menjadi pertaruhan penting bagi KPK agar segara memproses kasus BLBI secara tuntas," tambahnya.
(zap/haf)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com