Golkar Tolak Usulan PAN Naikkan Pajak Hiburan: Nanti Jakarta Tak Berkembang

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 09 Okt 2019 14:35 WIB
Gedung DPRD DKI/Foto: Ari Saputra
Gedung DPRD DKI/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Fraksi Golkar DKI Jakarta tidak sepakat dengan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Jakarta yang meminta pajak hiburan naik menjadi 40%. Ketua Fraksi Golkar DKI Basri Baco mempertimbangkan soal rencana pemindahan ibu kota negara.

"Kalau ibu kota mau pindah dan kita berharap Jakarta jadi kota yang ramai tapi nyaman. Mungkin bisa jadi kota bisnis dan kota wisata atau hiburan. Kalau pajak-nya kemahalan malah nanti tidak berkembang Jakarta-nya," ucap Basri saat dihubungi, Rabu (9/10/2019).

Basri pun menyebut ada kemungkinan investor akan pindah karena pajak terlalu tinggi. Hal itu, bagi Basri merugikan Jakarta.

"Iya lah (pasti kabu), kita harus persiapkan semua regulasi dan Perda dalam rangka permindahan ibu kota. Sehingga kota Jakarta tetap nyaman dan ramah bagi semua. Kalau sudah tidak jadi Ibu Kota, saya berpendapat maka kota Jakarta bisa tetap jadi Kota bisnis dan kota jasa dan wisata," ucap Basti.

Bagi Basri, ada waktu lain untuk Jakarta menaikkan pajak hiburannya. Tapi, saat ini bukanlah waktu yang tepat.

"Tiba saatnya kalau sudah jalan bisa dinaikkan pajak hiburannya, tapi jangan di awal-awak nanti orang kabur semua," kata Basri.



Sebelumnya, Fraksi PAN DKI Jakarta meminta gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menaikkan pajak hiburan. Pendapatan dari pajak hiburan, dinilai belum optimal.

"Kita akan mendorong pemerintah DKI Jakarta untuk menaikkan pajak hiburan dari 25% menjadi 40%. Ini sangat penting guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) DKI Jakarta," ucap Ketua Fraksi PAN DKI Jakarta Lukmanul Hakim dalam keterangannya, Minggu (6/10).
Halaman

(aik/fjp)