detikNews
Selasa 08 Oktober 2019, 07:34 WIB

PA 212 Protes Pemeriksaan Bernard Abdul Jabbar: Dia Ditangkap di Jalan Tol

Jabbar Ramdhani - detikNews
PA 212 Protes Pemeriksaan Bernard Abdul Jabbar: Dia Ditangkap di Jalan Tol Sekjen PA 212 Bernard Abdul Jabbar (Foto: Mei Amelia/detikcom)
Jakarta - Polisi memeriksa Sekjen PA 212 Bernard Abdul Jabbar terkait kasus penganiayaan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng. PA 212 mengatakan Bernard adalah pihak yang menyelamatkan Ninoy dari amukan massa.

"Berdasarkan info yang saya terima justru Ustaz Bernard yang menyelamatkan Ninoy dari amukan masa, bahkan beliau menyarankan agar Ninoy tidak pulang dulu karena di luar masjid banyak massa takut membahayakan Ninoy," kata Ketum PA 212 Slamet Maarif kepada wartawan, Senin (7/10/2019).

Slamet menyatakan menyayangkan mekanisme polisi dalam memeriksa Bernard. Dia tak sepakat bila Bernard disebut diperiksa.


Polisi sebelumnya mengatakan Bernard diperiksa sebagai saksi terkait kasus penculikan dan penganiayaan Ninoy. Polisi menyebut Bernard ada di lokasi kejadian saat Ninoy dianiaya. Bernard disebut ikut mengintimidasi Ninoy.

Menurutnya, Bernard ditangkap. Sebab, Bernard belum pernah menerima surat panggilan dan disetop di tengah jalan.

"Tidak ditangkap? Kan diberhentikan di tol? Apa bukan penangkapan? Kalau dimintai keterangan mestinya pakai surat pemanggilan dong," ujar Slamet.


"Kita menyayangkan cara penangkapannya. Kita doakan polisi masih profesional dan bisa berlaku adil dalam menegakkan hukum," ujarnya.

Hal senada disampaikan anggota Penasihat PA 212, Yusuf Martak, bahwa Bernard tidak pernah menerima surat pemanggilan. Yusuf mengatakan Bernard ditangkap di tol sepulang dari Lampung.



"Nah itu. Jadi tidak pernah dapat surat panggilan, tiba-tiba ditangkap di tol. dan menurut istrinya itu surat penangkapan/pemangilan itu hanya ditunjukkan, tidak diberikan," ujarnya.


Dia berharap penanganan Bernard dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Kita harap prosedur hukum berjalan. Apabila ditemukan hal-hal yang sifatnya melanggar hukum sebaiknya ditindak secara normatif, sesuai prosedur hukum. Tapi harus mempertimbangkan kembali niat baik Ustaz Abdul Jabbar dan teman-teman. Itu harus clear, karena info yang saya terima, Ust Bernard ingin melindungi, kok malah ditangkap," kata dia.

Diketahui, Bernard Abdul Jabbar masih diperiksa penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus penculikan dan penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng. Bernard sudah diperiksa sejak Senin (7/10) siang. Pantauan detikcom di gedung Resmob, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (8/10) hingga pukul 00.30 WIB pemeriksaan Bernard belum rampung. Belum diketahui status Bernard terkini.


Kasus ini mencuat setelah Ninoy diculik sekelompok orang saat berada di tengah aksi di Pejompongan, Jakarta Pusat. Saat itu, Ninoy memotret orang-orang yang terkena gas air mata saat demo pada Senin, 30 September 2019.

Polisi sudah menetapkan 11 tersangka dalam kasus itu. Peran para tersangka berbeda-beda seperti perekam, menyebarkan video Ninoy, mengintimidasi hingga melakukan penganiayaan. Selain itu, ada tersangka yang mengancam membunuh Ninoy.
(jbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com