Round-Up

Lolos ke Senayan, Mulan Panen Serangan

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 07 Okt 2019 20:30 WIB
Foto: Mulan Jameela. (Hanif/detikHOT).

Bukan hanya itu saja. Caleg yang gagal melenggang ke Senayan gegara Mulan, Fahrul Rozi juga melemparkan serangan. Ia menilai keberadaan Mulan akan menjadi beban partai ke depannya.

"Masalah kemampuan kayaknya jadi beban partai dan fraksi. Karena jadi dan naiknya banyak kontroversi di masyarakat," ujar Fahrul, Senin (7/10/2019).

Fahrul bicara soal terdepaknya dia oleh Mulan. Ia mengaku mengetahuinya dari media. Mulanya ia mempertanyakan hal tersebut. Ia mengaku tidak tau kenapa Mulan bisa menggantikan posisinya.

Lolos ke Senayan, Mulan Panen SeranganFoto: Mulan Jameela saat pelantikan sebagai anggota DPR. (Hanif/detikHOT).

"Tapi, setelah dipelajari, ternyata ini imbas dari putusan PN Jaksel dari gugatan Mulan cs," katanya.

Hal tersebut dianggap tidak etis oleh Fahrul. Apalagi, setelah itu Fahrul dipecat dari keanggotaan Partai Gerindra. "Kalau dari sisi politis sih enggak fair ya," kata Fahrul.

Fahrul lantas melaporkan hakim PN Jaksel ke Komisi Yudisial (KY) ddan Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA) terkait kepusutan PN Jaksel yang memenangkan gugatan Mulan Jameela. Fahrul menilai hakim PN Jaksel yang menangani perkara itu telah melebihi kewenangan.

"Masalah pemilu itu diselesaikan di MK. Hakim PN Jaksel pasti mengerti Undang-undang Pemilu," ujarnya.


Mulan sendiri seolah enggan menanggapi berbagai serangan itu. Ia hingga saat ini belum memberikan pernyataan maupun klarifikasi. Mulan memilih fokus dengan tugas barunya sebagai wakil rakyat. Seperti hari ini, ibu empat anak itu terlihat mengikuti kegiatan Fraksi Gerindra di DPR.

Pembelaan justru datang dari Gerindra. Waketum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menepis anggapan yang menyebut Mulan Jameela akan menjadi beban partai berlambang burung garuda itu. Ia mengatakan , jika tak memiliki kemampuan untuk menjadi anggota DPR, Mulan tidak akan ditetapkan sebagai caleg Gerindra.

"Loh ya (Mulan) cukup punya kemampuan dong. Kalau nggak punya kemampuan, masa kita kasih dia nyaleg waktu itu," kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/10).
(elz/imk)