detikNews
2019/10/07 17:10:01 WIB

Jaksa KPK: Sofyan Basir Beri Kesempatan Kotjo Dapatkan Proyek PLTU Riau-1

Zunita Putri - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jaksa KPK: Sofyan Basir Beri Kesempatan Kotjo Dapatkan Proyek PLTU Riau-1 Sofyan Basir (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Jaksa penuntut umum KPK menyebut mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir turut memberi peluang kepada pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo untuk mendapatkan proyek PLTU MT Riau-1. Sofyan disebut turut serta membantu memberikan persetujuan agar Kotjo mendapat proyek itu.

Proyek yang dimaksud adalah Independent Power Producer Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (IPP PLTU MT) Riau-1 antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI). Kotjo merupakan pengusaha Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd yang bekerja sama dengan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC) Ltd.

Hal ini dikatakan jaksa KPK saat membacakan tuntutan terhadap Sofyan di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (7/10/2019). Sofyan disebut jaksa memerintahkan Direktur Perencanaan PT PLN Nicke Widyawati memasukkan proyek PLTU Riau-1 ke dalam RUPTL PLN Persero.



"Terdakwa mengarahkan Nicke Widyawati yang pada saat itu menjabat selaku direktur perencanaan PT PLN Persero untuk tetap memasukkan proyek IPP PLTU Mulu Tambang 2x300 MW di perencanaan Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, ke dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN Persero," ujar jaksa saat membacakan tuntutan Sofyan.

Karena perintah Sofyan itu, jaksa meyakini Sofyan memberi peluang atau kesempatan kepada Johannes untuk mendapatkan proyek ini. Padahal, kata jaksa, Sofyan mengetahui Kotjo akan memberikan uang kepada Eni jika proyek ini berhasil didapatkan Kotjo.

"Dengan demikian, maka dapat disimpulkan terdakwa telah memberikan kesempatan kepada Johannes Budisutrisno Kotjo untuk mendapatkan proyek pembangunan PLTU MT Riau-1 dengan cara tetap mencantumkan proyek tersebut dalam RUPTL PT PLN Persero pada tahun 2017 sampai dengan 2026, sesuai dengan permintaan Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisno Kotjo," ucap jaksa.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com