Jaksa KPK: Sofyan Basir Beri Kesempatan Kotjo Dapatkan Proyek PLTU Riau-1 - Halaman 2

Jaksa KPK: Sofyan Basir Beri Kesempatan Kotjo Dapatkan Proyek PLTU Riau-1

Zunita Putri - detikNews
Senin, 07 Okt 2019 17:10 WIB
Sofyan Basir (Ari Saputra/detikcom)
Sofyan Basir (Ari Saputra/detikcom)

Selain itu, jaksa menyebut Sofyan menandatangani power purchase agreement atau PPA proyek PLTU Riau-1 tanpa membahas dengan direksi PLN lainnya. Jaksa menilai hal ini bertentangan dengan Revisi II SOP mengenai kerja sama penyediaan tenaga listrik di PT PLN.

"Terdakwa menandatangani power purchase agreement (PPA) proyek IPP Mulut Tambang 2x300 MW di Perenap sebelum seluruh prosedurnya dilalui dan dilakukan tanpa membahas sebelumnya dengan direksi PT PLN Persero lainnya. Hal ini bertentangan dengan Revisi II SOP mengenai kerja sama penyediaan tenaga listrik dalam rangka pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan melalui penugasan kepada anak perusahaan yang dibuat oleh Deputi Manajer Perencana Pengadaan IPP 2 yang ditetapkan pada tanggal 27 September 2017," katanya.



Sebelumnya, Sofyan dituntut jaksa KPK dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Sofyan diyakini jaksa bersalah karena memfasilitasi pemberian suap dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo kepada mantan anggota DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Mensos Idrus Marham.

Adapun hal yang memberatkan Sofyan adalah tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sedangkan hal yang meringankannya adalah Sofyan tak ikut menikmati hasil tindak pidana suap yang telah dibantunya dan berlaku sopan serta belum pernah dihukum.

Jaksa meyakini Sofyan melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 15 Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 56 Ke-2 KUHP dan Pasal 11 juncto Pasal 15 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 56 ke-2 KUHP.
Halaman

(zap/haf)