Hamdan Zoelva Beberkan Alasan Pengacara TW Sabet Hakim PN Jakpus

Hamdan Zoelva Beberkan Alasan Pengacara TW Sabet Hakim PN Jakpus

Rolando - detikNews
Senin, 07 Okt 2019 13:08 WIB
Hamdan Zoelva (kedua dari kiri) dan tim kuasa hukum Desrizal Chaniago tersangka penyabet hakim PN Jakpus/Foto: Roland-detikcom
Hamdan Zoelva (kedua dari kiri) dan tim kuasa hukum Desrizal Chaniago tersangka penyabet hakim PN Jakpus/Foto: Roland-detikcom
Jakarta - Eks Ketua MK, Hamdan Zoelva menjadi kuasa hukum Desrizal Chaniago, pengacara Tomy Winata yang menyabet hakim PN Jakpus dengan ikat pinggang. Hamdan menceritakan alasan Desrizal menyabet hakim saat persidangan.

Hamdan menyebut Desrizal melakukan penyerangan ke hakim karena kaget dengan analisa yuridis yang dibacakan majelis hakim. Desrizal disebut Hamdan mulanya sangat yakin memenangkan kasus.

"Setelah saya mendapatkan informasi dan bertemu, itu yang terjadi spontan dan seketika itu terjadi karena dia merasa, Desrizal, sebagai pengacara yang memahami kasus itu dari segi materi kasusnya yang secara kasat mata dengan bukti-bukti yang diajukan tidak mungkin kalah, kok kalah," ujar Hamdan dalam jumpa pers, di Hotel Boutique, Jalan Angkasa, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Senin (7/10/2019).




"Dia merasa kok bisa begini dari sisi materi dan bukti yang diungkap di persidangan baik bukti yang diajukan dan pihak lain," sambungnya.

Desrizal dalam perbincangan dengan Hamdan menyebut hakim salah mengambil putusan terkait materi persidangan. Hamdan membandingkan persidangan kasus serupa namun dengan putusan berbeda.

"Bahwa Desrizal merasa hakim memutus perkara itu bertentangan dengan bukti-bukti dan fakta-fakta persidangan. Paling tidak yang kasat mata materi kasusnya sama, yang sebelumnya juga diajukan gugatan di PN Jakpus hanya pihaknya berbeda, materinya sama, dikabulkan gugatannya, tapi ini ditolak dan perkaranya sudah sampai berkekuatan hukum tetap putusan dari MA dan seluruhnya menyatakan bahwa gugatannya dikabulka," papar Hamdan.

Kasus yang ditangani Desrizal berawal dari krisis perbankan yang terjadi pada tahun 1999. Salah satu bank yang mengalami krisis tersebut dipegang oleh Tomy Winata, Bank Multicor.

"Sementara dalam kasus ini ditolak, inilah suatu hal yang benar-benar, sebagai seorang pengacara pahamlah kasus ini, ini nggak mungkinlah kalah, ini rupanya karena itu lah secara spontan Desrizal ini melakukan satu tindakan yang bagi kita tentunya harusnya tidak terjadi," tutur Hamdan Hamdan.

Hamdan berharap sidang perdana Desrizal bisa memperhatikan latar belakang terjadinya penyerangan ke hakim.




Simak juga video Soal Capres 'Dildo', Eks Ketua MK Khawatir Banyak yang Golput:

[Gambas:Video 20detik]




(fdn/fdn)