detikNews
Senin 07 Oktober 2019, 10:25 WIB

JK Ingatkan RS Indonesia soal Hospitality Agar Bersaing dengan Luar Negeri

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
JK Ingatkan RS Indonesia soal Hospitality Agar Bersaing dengan Luar Negeri Foto: Wapres JK saat berkunjung ke RS Islam Faisal di Makassar, Sulsel (Muhammad Taufiqqurrahman/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengingatkan soal hospitality (pelayanan dan keramahan) di rumah sakit. Faktor tersebut menurut JK bisa menjadi pembeda agar rumah sakit di Indonesia dapat bersaing dengan rumah sakit luar negeri.

"Rumah sakit itu terdiri dari 3 bagian. Pertama kemampuan medis dari dokter-dokternya. Harus dokter yang baik. Kedua adalah peralatan, teknologi," kata JK dalam sambutannya saat berkunjung ke RS Islam Faisal, di Makassar, Sulsel, Senin (7/10/2019).


Dia menyebut banyak orang Indonesia yang memilih untuk berobat di luar negeri lantaran puas dengan pelayanan yang diberikan. Oleh karenanya, bagian terakhir yakni hospitality juga harus diperhatikan.

"Tapi kenapa begitu banyak orang pergi ke Singapura, atau Malaysia. Karena kita tentu tidak menggabungkan tiga hal itu. Yang ketiga itu hospitality. Hospitality oleh karyawan, pengurus, dokter. Kalau sakit, sakit apa pak?" kata dia.

Dia kembali menegaskan bahwa rumah sakit adalah pertahanan terakhir kesehatan. Untuk itu, menjaga lingkungan dan kebiasaan hidup sehat harus terus digelorakan.


"Jadi yang pertama dalam program pemerintah itu ialah pencegahan dan hidup sehat. Hidup sehat itu terdiri daripada pertama, bagaimana menjaga lingkungan dan menjauhi kebiasaan merokok, bagaimana bergerak artinya olahraga, jalan kaki. Rumah sakit ini bagus pasti banyak pegawai bergerak karena beda-beda gedungnya", ujarnya.

Tidak lupa, JK kembali mengingatkan bahwa jika suatu daerah banyak pasiennya di rumah sakit, maka berarti daerah tersebut tidak baik penataan kebersihannya dan lingkungannya. Karena itulah pimpinan daerah disebut JK harus menjaga kesehatan masyarakat tersebut dengan kebersihan lingkungan dan memperbanyak sarana olahraga serta mendorong gerakan masyarakat hidup sehat, bukan malah bangga jika rumah sakitnya ramai.

"Jadi yang dicita-citakan masyarakat sebenarnya itu, rumah sakit sepi, namun karena kita manusia biasa tentu biasa mengalami gangguan kesehatan", tuturnya.
(tfq/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com