Malam Ngeri untuk Ninoy Karundeng Relawan Jokowi

Round-Up

Malam Ngeri untuk Ninoy Karundeng Relawan Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 07 Okt 2019 07:10 WIB
Foto: Ninoy Karundeng (dok.Facebook)
Foto: Ninoy Karundeng (dok.Facebook)
Jakarta - Relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, mengalami malam yang mengerikan. Ninoy ditangkap dan dipukuli sekelompok orang tak dikenal di masjid.

Rekan Ninoy, Jack Lapian mengungkapkan kejadi terjadi pada Selasa (1/10) dini hari. Jack Lapian mengatakan Ninoy dinterogasi dan dipukuli akibat ketahuan memfoto demo yang terjadi saat itu.

"Berkali-kali banyak rombongan orang-orang datang dan menginterogasi Ninoy dan memukuli bertubi-tubi. Pemukulan terus berlangsung. Salah seorang datang sekitar pukul 03.00 WIB pada 1 Oktober 2019. Orang tersebut yang dipanggil sebagai habib menginterogasi dan langsung memukul kepala Ninoy berkali-kali. Dia terus menginterogasi dan meminta Ninoy untuk bertobat, Ninoy disuruh salat," kata Jack Lapian menuturkan pengakuan Ninoy, Minggu (6/10/2019).

Kengerian bagi Ninoy terus berlanjut saat massa membongkar telepon genggam dan membuka akun Facebook-nya. Massa mencecar Ninoy siapa orang yang bertanggung jawab atas dirinya.

"Mereka menanyakan apakah Ninoy bagian dari kelompok Denny Siregar, Eko Kuntadi, Abu Janda, Kajitow Elkayani, Manuel Mawengkang, Ni Luh Jelantik, dan lainnya?" tutur Jack.


Jack Lapian menceritakan ketakutan Ninoy karena diancam akan dibunuh. Menurutnya, massa berencana memanggil ambulans untuk mengangkut mayat Ninoy.

"Mereka menyebutkan bahwa darah Ninoy halal. Sebagian besar para pelaku di tempat berpendapat Ninoy harus dibunuh. Karena jika Ninoy tidak dibunuh, dia dikhawatirkan akan melapor ke polisi. Jika dia tidak dibunuh, maka akan menjadi masalah besar dan polisi akan menyerang. Ninoy juga sering menulis yang berseberangan dengan paham mereka," papar Jack.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4