Round-Up

Jokowi Muslim Berpengaruh, Apa Pengaruhnya?

Tim detikcom - detikNews
Senin, 07 Okt 2019 05:28 WIB
Foto ilustrasi: Presiden Jokowi saat menjadi imam salat di Afghanistan. (Screenshot video BPMI)

Jokowi dalam peringkat ini disebut bermazhab tradisional Sunni. Jokowi sempat bertengger di peringkat 12 pada tahun 2017, peringkat 16 pada 2018, dan tetap pada peringkat 16 pada 2019. Tahun ini, Jokowi berada pada peringkat 13.

Jokowi disebut sebagai Presiden Indonesia yang berlatar belakang non-militer, berasal dari keluarga Jawa yang sederhana, dan politikus sukses yang 'bersih'. Jokowi juga populer dikenal dengan budaya blusukannya.



Soal propek di masa depan, RISSC menuliskan, meski pertumbuhan ekonomi tidak seperti yang diharapkan namun investasi kuat di bidang infrastruktur dan layanan sosial membuatnya tetap didukung rakyatnya. Jokowi juga dinilai mendapatkan pandangan sebagai pemimpin yang sukses berkat penyelenggaraan Asian Games 2018.

Reaksi para politikus Indonesia

Partai NasDem

Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago menilai Jokowi telah membuktikan dirinya bukan sekadar 'Islam KTP' sejak menjadi imam salat di Afghanistan. Jokowi juga menunjukkan komitmen dan keberpihakan kepada Palestina. Selain itu, komitmen Jokowi terhadap umat Islam di Indonesia juga terlihat lewat keberhasilan Jokowi melobi agar kuota haji bertambah, serta mendukung program yang memajukan umat Islam.

"Beliau menerjemahkan agama yang dianutnya sebagai bagian dari syiar-nya melalui program-program tersebut," kata Irma kepada wartawan, Sabtu (5/10/2019).



PPP

Dengan masuknya Jokowi dalam 50 muslim paling berpengaruh di dunia, bahkan ada di ranking 13, maka tudingan anti-Islam yang ditujukan ke Jokowi telah patah. Itu disampaikan PPP dalam tanggapannya atas ranking yang didapat Jokowi itu.

"Posisi yang diraih ini sekaligus bisa menjadi jawaban bantahan bahwa beliau seorang yang anti-Islam atau tidak pro terhadap umat Islam," ujar Sekjen PPP Arsul Sani, Sabtu (5/10/2019) malam.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6