detikNews
Minggu 06 Oktober 2019, 18:04 WIB

Cerita Warga soal Kronologi Kebakaran di Taman Sari Jakbar

Laras Devi R. - detikNews
Cerita Warga soal Kronologi Kebakaran di Taman Sari Jakbar Kebakaran di Taman Sari Jakbar tadi siang. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Kebakaran melalap 18 rumah di Taman Sari, Jakarta Barat. Salah satu warga, S, menceritakan dugaan penyebab kebakaran tersebut.

S menceritakan kebakaran bermula dari cucunya yang sedang bermain di kolong tempat tidur. Api tiba-tiba membesar, menurut S, kemudian dalam sekejap membakar rumahnya.

"Awal mulanya kan saya lagi gosok, terus anak saya yang laki lagi tidur. Terus satu lagi cucu tidurnya di kamar tidur, kamar tengah. Ada cucu saya yang kecil saya nggak tahu dia main apaan. Tahu-tahu saya gosok terus cucu saya yang lagi tidur tiba-tiba panas badannya di bawah kolong itu ada api. Terus dia teriak, 'Bu panas banget nih.' Terus dia bangun, saya bilang api sudah besar," kata S sambil menangis di Jalan Kebon Jeruk, Taman Sari, Jakarta Barat, Minggu (6/10/2019).


S mengaku sempat berupaya memadamkan api. Namun upayanya sia-sia dan api menghanguskan barang berharga serta surat penting miliknya.

"Disiram juga nggak keburu soalnya kan nggak keburu sampai habis semuanya. Baju, surat-surat, lansia, habis. Nggak ada yang kebawa," ucap S.

S mengaku pasrah terkait kebakaran tersebut. Dia mengaku tidak bisa berbuat banyak.

"Apa adanya saya pasrah mau diapain pasrah mau diapain sama tetangga. Mau dicaci maki, udah pasrah. Biarlah saya terima memang kenyataannya begitu," ucap S.




Sementara itu, warga lainnya, Nursiah, mengaku harta yang tersisa hanya pakaian yang melekat di badan. Dia tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga miliknya.

"Habis semua, ludes," kata Nursiah lemas.

Nursiah menuturkan surat-surat berharga miliknya juga ikut terbakar. Dia menyebut hanya tersisa akta lahir anaknya yang bisa diselamatkan.

"BPJS aku kebakar tuh, baju sama sekali nggak kebawa. Makanan, ini juga bajunya cuma ini yang kepake aja yang bisa diselamatkan. Kita mau ngambil juga api udah deket, ya udahlah relain aja," tutur Nursiah.


Nursiah berharap pemerintah bisa memberi bantuan untuk membangun lagi rumahnya. Dia menyebut rumah tersebut merupakan peninggalan orang tuanya.

"Harapan saya, rumah bisa dibangun lagi, masalahnya kan itu rumah orang tua saya kan rumah itu satu-satunya. Saya nggak punya tempat tinggal lagi, hanya itu aja harapan saya," paparnya.
(fdu/gbr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com