Rencana Jokowi Tambah Pos Jenderal TNI Dinilai Bukan Solusi Penumpukan Perwira

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Minggu, 06 Okt 2019 08:55 WIB
Foto: Presiden Jokowi saat menghadiri HUT ke-74 TNI (Andhika/detikcom)


Khairul juga menyinggung soal dua lembaga yang baru dibentuk yaitu Komando Operasi Khusus (Koopsus) dan Kogabwilhan. Menurut Khairul, dua lembaga tersebut justru diisi oleh pejabat baru sehingga masalah penumpukan personel tak terselesaikan.

"Kita lihat sekarang dari beberapa pos yang sudah tersedia kemarin, disiapkan kemarin mulai dari koopsus, kemudian kogabwilhan, ada kogabwilhan, nah itu semua sebenarnya bukan solusi penumpukan perwira karena ternyata pimpinan-pimpinan dan jajaran staf itu diisi oleh pejabat-pejabat baru, misalnya bintang satu padahal jabatannya bintang dua, berarti dia kan naik pangkat bintang dua, artinya ini bukan diisi oleh sesama bintang dua tetapi sama saja menambah jumlah perwira baru, misalnya di bintang dua nambah, bintang satu nambah," ujar dia.

Rencana mengenai penambahan pos baru ini disampaikan Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam peringatan HUT ke-74 TNI. Jokowi menyiapkan ratusan jabatan baru untuk kolonel dan perwira tinggi.

"Pemerintah saat ini harmonisasi rancangan peraturan presiden tentang organisasi TNI yang akan menambah lebih dari 450 posisi baru untuk perwira berpangkat kolonel dan 300 lebih posisi baru untuk perwira tinggi TNI," kata Jokowi di acara peringatan HUT ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2019).

Jokowi menegaskan komitmennya mendukung profesionalisme TNI. Jokowi mengatakan pemerintah saat ini telah menambah jabatan baru untuk para perwira tinggi TNI.

"Pemerintah terus berkomitmen untuk mendukung profesionalisme TNI, pemerintah juga telah menambahkan 60 jabatan perwira tinggi baru untuk mengoptimalkan peran prajurit," kata Jokowi.

Selain penambahan jabatan baru, Jokowi juga berjanji menambah alutsista TNI. Hal itu dilakukan agar alutsista Indonesia mencapai kekuatan pokok minimum atau Minimum Essential Force (MEF).
(knv/fjp)