Denny Siregar Bicara soal Anggapan 'Buzzer Propemerintah'

Buzzer dan Kakak Pembina

Denny Siregar Bicara soal Anggapan 'Buzzer Propemerintah'

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Sabtu, 05 Okt 2019 19:25 WIB
Denny Siregar (Foto: dok. Istimewa)
Denny Siregar (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Beredar tangkapan layar soal posting-an lawas situs Seword yang mengunggah foto orang-orang yang dianggap sebagai buzzer pemerintah. Salah satu orang yang ada dalam foto tersebut ialah Denny Siregar. Denny mengungkap narasi liar soal buzzer propemerintah itu.

Denny Siregar memang sudah lama dianggap oleh beberapa orang sebagai buzzer pemerintah. Dia memang giat menulis dan membagikan beragam konten untuk menepis segala kritik yang menerpa pemerintahan Presiden Jokowi. Di jagat Facebook, dia memang cukup populer. Dilihat detikcom pada Jumat (4/10/2019), ada 862.503 orang yang mengikuti akun fanpage Facebook-nya. Maka tak mengherankan jika konten yang dia bagikan sering kali viral.


Selain label 'buzzer pemerintah', sejak Pilpres 2014 Denny dianggap sebagai buzzer. Dia juga disebut-sebut sebagai buzzer untuk pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kontestasi Pilgub DKI Jakarta 2017. Sedangkan pada 2018, The Guardian juga menurunkan laporan soal keberadaan para buzzer Ahok. Denny pun mengaku sudah lama mendengar label 'buzzer' itu.

"Isu buzzer sudah dari dulu. Tahun 2014 saat pilpres. Kemudian saat saya dukung Ahok, saya dituduh dibayar Ahok dan sekarang ini. Biasanya yang menuduh itu buzzer, jadi mereka menganggap lawan mereka juga buzzer," ujar Denny Siregar saat dihubungi detikcom.

Dia menanggapi santai label 'buzzer' terhadap dirinya itu. Dia menganggap dirinya bukan buzzer, melainkan influencer. Menurutnya, posisi influencer itu di atas buzzer.

"Ya, saya tersinggunglah, ha-ha-ha.... Bercanda. Buzzer itu corong saja, biasanya malah berbentuk akun robot, follower-nya sedikit dan tidak punya narasi dalam penulisan. Kalau saya lebih tepatnya influencer, di atas buzzer. Karena ide dan tulisan saya berpengaruh pada pembaca," ujar pria yang terkenal karena tagline 'sruput kopinya' ini.

Denny juga berbicara tentang konten-konten yang kerap dia bagikan. Salah satunya soal konten video ambulans yang disebut-sebut membawa batu dan bensin 'logistik' demo di DPR. Denny sempat membagikan video itu lebih dulu dari akun Twitter resmi TMC Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro. Denny diketahui melalui akun @dennysiregar7 mengunggah video itu pada pukul 01.24 WIB, Kamis (26/9). Sedangkan akun @TMCPoldaMetro mengunggahnya pada pukul 02.16 WIB.


TMC pun lantas menghapus video tersebut karena ambulans itu kemudian diakui polisi tak membawa batu. Hal serupa juga diikuti Denny dengan menghapus video itu. Dia mengaku mendapatkan informasi itu langsung dari lapangan.

"Paling cuma satu itu, yang ambulans. Ya, wajarlah. Saya dapat berita dari lapangan, langsung saya unggah tanpa ada birokrasi rumit. Sedetik juga naik. Kalau akun resmi kan nggak bisa gitu, harus ada SOP segala. Ya pantas agak telat. Nggak ada yang aneh. Yang aneh malah orang yang tidak paham SOP dari akun resmi instansi," kata pria yang sempat viral karena tagar #DennySiregarDicariAnakSTM.

"Bukan saya yang nyatakan itu bukan hoax, tapi polisi. Ada tersangka, ada batunya juga di dalam ambulans. Hoax-nya mana? Ketika polisi meluruskan bahwa bukan pegawai medis yang bawa batu, itu namanya klarifikasi. Sedangkan hoax itu berita bohong," sambungnya.

Selain soal ambulans dalam demonstrasi mahasiswa di DPR, Denny juga dianggap sebagai salah satu orang berpengaruh dalam memunculkan isu 'polisi Taliban' di tubuh KPK. Denny menyebut isu itu datang bukan dari dirinya.

"Yang buat isu Taliban bukan saya. Saya malah dapatnya dari Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Waktu ada surat terbuka dari lingkup internal KPK. Dan Neta wawancara di Metro TV kalau nggak salah. Saya hanya merangkum keping-keping informasi dan menuliskannya kembali dengan gaya saya. Kalau kemudian tulisan saya yang malah viral, ya itu karena saya influencer, bukan buzzer," ungkapnya.


Denny juga merupakan orang yang mendukung terpilihnya Firli Bahuri sebagai Ketua KPK yang baru. Dia tak peduli soal rekam jejak Firli yang pernah tersangkut masalah pelanggaran etik saat masih menjabat Deputi Penindakan KPK. "Wah, saya nggak penting ya siapa yang terpilih. Tentu harus didukung dong yang terpilih. Misalnya Fahri Hamzah jadi pimpinan KPK baru, ya saya harus dukung kan itu pemilihan legal. Firli kan pernah ada di dalam KPK dan dia tentu paham bagaimana internal KPK dan bagaimana cara menyelesaikan masalahnya," tegasnya.


Lalu apa sebenarnya pekerjaan atau profesi Denny Siregar? Dia menjawabnya dengan lugas saja. "Penulis. Saya membuat buku dan menulis di beberapa media online," pungkasnya. (dnu/fjp)