detikNews
2019/10/04 17:57:47 WIB

Buzzer Robot dan Manusia di RI Dukung Pemerintah dan Serang Oposisi

Danu Damarjati - detikNews
Halaman 2 dari 3
Buzzer Robot dan Manusia di RI Dukung Pemerintah dan Serang Oposisi Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)


Pesan dan daya tarik

Aktivitas pasukan siber di 70 negara menggunakan pesan dan daya tarik yang bervariasi. 71% Pesan mereka menyebarkan propaganda pro-pemerntah dan pro-partai, 89% menggunakan propaganda komputasional untuk menyerang oposisi politik, dan 34% menyebarkan pesan memecah belah masyarakat.

Temuan di Indonesia, pesan pasukan siber punya muatan mendukung pemerintah, pesan menyerang oposisi, dan pesan memecah belah. Yang tidak ditemukan adalah pesan pengalihan isu dan pesan menekan partisipasi publik lewat serangan personal atau pelecehan.


Di Turki, pesan dan daya tarik dari aktivitas buzzer adalah mendukung pemerintah dan menyerang oposisi. Di Arab Saudi pesan dan daya tarik dari aktivitas buzzer-nya adalah mendukung pemerintah, menyerang oposisi, memecah belah, dan menekan partisipasi lewat serangan personal dan pelecehan.

Di Amerika Serikat (AS), pesan dan daya tarik dari aktivitas buzzer ada yang mendukung pemerintahnya, menyerang oposisi, mengalihkan isu, memecah belah, dan menekan partisipasi lewat serangan personal dan pelecehan.

Ada 70 negara yang menjadi objek penelitian ini. Tahapan metodologi penelitian ini adalah analisis konten berita yang dipakai pasukan siber, ulasan literatur, penyusunan studi kasus negara, dan konsultasi ahli. Peneliti juga mengaku bekerja sama dengan BBC.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com