detikNews
Jumat 04 Oktober 2019, 17:24 WIB

Bupati OKI Bentuk Tim Investigasi Keterlibatan Perusahan di Karhutla

Raja Adil Siregar - detikNews
Bupati OKI Bentuk Tim Investigasi Keterlibatan Perusahan di Karhutla Kementerian LHK menyegel 7 lahan konsesi perusahaan di Sumatera Selatan, Kamis (3/10/2019) Foto: Raja Adil Siregar-detikcom
Palembang - Bupati Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Iskandar merespons penyegelan lahan konsesi perusahaan oleh KLHK. Bupati menindaklanjutinya dengan membentuk tim investigasi.

Tim investigasi karhutla terdiri dari tim BPBD, Badan Perizinan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian, Manggala Agni, polisi dan Dinas Pertanahan.

"Perintah dari Bupati supaya ada upaya evaluasi terhadap kasus karhutla di OKI tahun ini. Agar ke depan tidak terulang," ujar Kepala Pelaksana BPDD OKI, Listiadi Martin saat dimintai dikonfirmasi, Jumat (4/10/2019).

Tim Investigasi menurut Listiadi bertugas untuk memetakan lokasi terbakar secara detil. Salah satunya yakni wilayah, ruang, luasan, vegetasi hingga status lahan dan dampak yang terjadi.

"Ada tidaknya perbuatan yang melanggar hukum terkait larangan pembakaran kita dalami. Semua diinvestigasi apakah ada kesengajaan atau tidak," katanya.




Selain upaya investigasi, tambah Listiadi tim juga melakukan langkah antisipatif melalui pemetaan areal terbakar hingga upaya penanggulangannya. Hal ini agar kejadian serupa tidak terulang kembali tahun depan.

"Kita belajar dari kasus kebakaran tahun ini. Lokasi yang paling rentan adalah semak belukar dan jauh dari sumber air maka antisipasi adalah memperbanyak sumber-sumber air melalui pembuatan sumur bor," katanya.

Terkait pembuatan beberapa sumur bor, sembelumnya Dandim 0402/OKI, Letkol Inf Riyandi mengaku sumur bor terbukti dapat digunakan untuk pemadaman api dengan cepat. Selain itu, sumur bor bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar.

Terakhir, terkait investigasi mendalam di lahan perusahaan. Hal ini tidak terlepas dari penyegelan beberapa lahan konsesi perusahaan oleh KLHK.

Salah satu perusahaan yang disegel tim penyidik yakni perusahaan tebu milik PT Dinamika Graha Sarana. Lahan konsesi perusahaan disegel setelah lahan seluas 750 haktera terbakar 2 pekan lalu.

Akibat kebakaran di lahan konsesi itu, Kota Palembang diselimuti kabut asap. Kabut asap dipastikan salah satunya berasal dari lahan terbakar milik PT DGS dan area sekitar OKI.


Simak juga video "Update Kasus Karhutla, 325 Orang dan 11 Korporasi Jadi Tersangka!":

[Gambas:Video 20detik]


(ras/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com