detikNews
2019/10/04 17:23:10 WIB

Riset Oxford: Buzzer di Indonesia Bekerja untuk Politikus dan Swasta

Danu Damarjati - detikNews
Halaman 1 dari 2
Riset Oxford: Buzzer di Indonesia Bekerja untuk Politikus dan Swasta Foto ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Pembahasan soal buzzer politik sedang mengemuka di Indonesia. Menurut penelitian dari Universitas Oxford, buzzer atau tentara siber (cyber troops) di negara ini bekerja untuk dua golongan organisasi.

"Aktivitas pasukan siber pada banyak bentuk organisasi dan beragam aktor memengaruhi media sosial untuk membentuk opini publik, mengatur agenda politik, dan menyebarkan gagasan," tulis penelitian itu, dilansir dari situs resmi Oxford Internet Institute, Jumat (4/10/2019).



Penelitian itu bertajuk 'The Global Disinformation Order: 2019 Global Information of Organized Social Media Manipulation' atau 'Orde Disinformasi Global: Informasi Global tentang Manipulasi Media Sosial Terorganisir 2019'. Penelitian ini adalah karya Samantha Bradshaw dan Philip N Howard dari Universitas Oxford.

Dalam hal bentuk organisasi, pasukan siber atau buzzer di dunia ada yang di bawah komando agensi pemerintah, politikus atau parpol, kontraktor swasta, organisasi masyarakat sipil, serta warga dan influencer. Bagaimana dengan pasukan siber atau buzzer di Indonesia?



Di Indonesia, pasukan siber atau buzzer terpantau bekerja dalam organisasi politikus dan parpol. Pasukan siber di Indonesia juga bekerja untuk kontraktor swasta.

Dalam hal ini, hanya ada satu organisasi politikus dan parpol serta satu kontraktor swasta yang peneliti temukan di Indonesia. Siapa politikus dan perusahaan swasta yang dimaksud? Penelitian ini tak menyebut nama.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com