Banyak Negara Pakai Buzzer untuk Pecah Belah hingga Tekan Oposisi - Halaman 2

Banyak Negara Pakai Buzzer untuk Pecah Belah hingga Tekan Oposisi

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 04 Okt 2019 14:27 WIB
Ilustrasi (Foto: Internet)
Ilustrasi (Foto: Internet)


Ada pasukan siber (cyber troops) yang menjadi ujung tombak operasi manipulasi medsos ini. Pasukan siber adalah aktor-aktor pihak pemerintah atau politik yang ditugaskan untuk memanipulasi opini publik secara daring.

Bila dirata-rata dari 70 negara yang menjadi objek penelitian, Facebook masih menjadi medan laga yang dominan digunakan pasukan siber. Soalnya, Facebook punya kelebihan dalam menjangkau kerabat dekat dan pertemanan, menjadi sumber kabar politik, dan punya kemampuan membentuk grup.


Penelitian ini dilakukan dengan metodologi analisis konten berita yang dipakai pasukan siber, ulasan literatur, penyusunan studi kasus, dan konsultasi ahli. Peneliti juga bekerja sama dengan BBC.

Sebanyak 70 negara yang diteliti adalah Angola, Argentina, Armenia, Australia, Austria, Azerbaijan, Bahrain, Bosnia dan Herzegovina, Brazil, Cambodia, China, Colombia, Croatia, Cuba, Czech Republic, Ecuador, Egypt, Eritrea, Ethiopia, Georgia, Germany, Greece, Honduras, Guatemala, Hungary, India, Indonesia, Iran, Israel, Italy, Kazakhstan, Kenya, Kyrgyzstan, Macedonia, Malaysia, Malta, Mexico, Moldova, Myanmar, Netherlands, Nigeria, North Korea, Pakistan, Philippines, Poland, Qatar, Russia, Rwanda, Saudi Arabia, Serbia, South Africa, South Korea, Spain, Sri Lanka, Sweden, Syria, Taiwan, Tajikistan, Thailand, Tunisia, Turkey, Ukraine, United Arab Emirates, United Kingdom, United States, Uzbekistan, Venezuela, Vietnam, and Zimbabwe.

Penelitian ini menyebut soal teknik manipulasi data yang diterapkan pada 70 negara itu.
- 87% Negara menggunakan akun manusia, 80% negara menggunakan akun bot,
- 11% negara menggunakan akun cyborg (akun otomatis yang dikurasi manusia)
- 7% negara menggunakan akun curian atau retasan.


Pasukan siber yang memanipulasi medsos itu juga punya pesan dan daya tarik yang mereka bawa, berikut persentasenya:
- 71% menyebarkan propaganda pro-pemerintah dan pro-partai
- 89% menggunakan propaganda komputasional untuk menyerang oposisi politik
- 34% menyebarkan pesan memecah belah masyarakat

Selanjutnya
Halaman
1 2 3