Istana Bantah Pelihara Buzzer, Ngabalin: Pemerintah Lebih Banyak Kena Fitnah

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 04 Okt 2019 13:31 WIB
Ali Mochtar Ngabalin (Foto: Eva Safitri/detikcom)


Menurut Ngabalin, pemerintah harus menertibkan buzzer politik. Apalagi buzzer yang bersifat negatif dan hanya menyebar hoax atau hujatan.

"Negara harus menertibkan, harus, tidak bisa tidak, karena negara memiliki kekuasaan untuk bisa menertibkan keamanan dalam negeri, kalau tidak kan bisa bubar, itu coba lihat berita hoax orang jadi bunuh-bunuhan, orang jadi membakar, berita hoax orang jadi terbantai, maka negara haris hadir untuk bisa mengatur," sebut Ngabalin.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menilai buzzer perlu ditertibkan karena pemilu sudah selesai. Ia juga menepis anggapan bahwa buzzer di media sosial yang pro-pemerintah 'dikomandani' kantornya.


Juru bicara eks capres Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan Ketum Gerindra itu tak mengorganisasi buzzer di media sosial. Dari pernyataan Moeldoko, Dahnil berpendapat justru kubu petahana Presiden Jokowi-lah yang mengorganisir buzzer.

"Justru statement Pak Moel itu menerangkan ada pengorganisiran buzzer oleh pihak sana. Jadi, silakan ditertibkan saja Pak Moel," ungkap Dahnil, Kamis (3/10).
(eva/elz)