detikNews
2019/10/03 19:06:53 WIB

Komnas HAM: Pencemaran Udara adalah Pelanggaran HAM

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Halaman 1 dari 3
Komnas HAM: Pencemaran Udara adalah Pelanggaran HAM Foto: Kepala Biro Perencanaan, Pengawasan Internal dan Kerja Sama Komnas HAM Esrom Hamonangan (Rahel/detikcom)
Jakarta - Komnas HAM menyoroti pencemaran udara yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Komnas HAM memberi contoh pencemaran udara adalah kebakaran hutan dan polusi di DKI Jakarta.

Pencemaran udara tersebut, menurut Komnas HAM, merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Komnas HAM menegaskan setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang sehat.

"Kalau pelanggaran hak asasi manusia tentu menurut Undang Undang 39 tahun 1999 ini, memang di pasal 9 itu di ayat 3, bahwa setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang sehat. Itu di Undang Undang 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia," kata Kepala Biro Perencanaan, Pengawasan Internal dan Kerja Sama Komnas HAM Esrom Hamonangan.



Pernyataan tersebut disampaikan Esrom dalam acara diskusi publik Haze, Pencemaran Udara, dan Pelanggaran HAM, di Kantor Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (3/10/2019). Turut hadir Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin, juga Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus.

Esrom menyampaikan pernyataan tersebut menjawab pertanyaan moderator acara perihal mengapa wilayah perkotaan tidak mendapat labeling darurat atau siaga pencemaran udara, salah satunya DKI Jakarta yang polusi udaranya sempat jadi sorotan.

"Kenapa kalau karhutla itu selalu dapat label darurat atau siaga, di perkotaan pencemaran udaranya belum pernah ada labelling siaga, darurat," tanya Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus kepada Esrom.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com