detikNews
2019/10/03 15:07:33 WIB

6 Polisi Bawa Senpi Saat Demo di Kendari Jadi Perhatian Serius Kompolnas

Idham Kholid - detikNews
Halaman 1 dari 2
6 Polisi Bawa Senpi Saat Demo di Kendari Jadi Perhatian Serius Kompolnas Lokasi demo ricuh yang berujung Randi tewas tertembak di Kendari. (Sitti Harlina/detikcom)
Jakarta - Sebanyak enam polisi membawa senjata api (senpi) dalam demo ricuh yang menewaskan mahasiswa Halu Oleo, Randi. Kompolnas mengatakan akan menunggu hasil investigasi Polri.

"Prinsipnya Kompolnas sangat memperhatikan masalah tersebut. Kompolnas masih menunggu hasil akhir dari penyelidikan yang dilakukan oleh Polri," kata Komisioner Kompolnas Andrea H Poeloengan saat dihubungi, Kamis (3/10/2019).

"Biar saja berproses dulu," ujarnya.


Andrea mengatakan pihaknya juga akan melakukan klarifikasi terkait kasus ini. "Kompolnas akan melakukan klarifikasi jika pengawas internal Polri telah tuntas bekerja," tuturnya.

Enam polisi itu membawa senpi, padahal sebelumnya telah ada larangan dari Kapolri Jendral Tito Karnavian. Kompolnas menilai keenam polisi itu bisa dihukum.

"Ke depan sebaiknya jika melanggar perintah pimpinan sebaiknya selain dihukum berdasarkan Kode Etik Profesi Polri perlu diberikan larangan untuk ditugaskan yang berhubungan dalam masyarakat secara langsung," tuturnya.

Berdasarkan peraturan, Andrea mengatakan boleh membawa senpi saat pengamanan unjuk rasa (unras). Namun tergantung satuan kerja polisi tersebut dan kebijakan penanganan unras.

"Boleh. Tapi situasional tergantung dari Satker apa dia, lalu bagaimana kebijakan pada saat penganan unras tersebut. Jika dikaitkan dengan kasus Kendari, maka karena kebijakan pimpinan tidak boleh bawa senpi atau yang berpeluru karet, maka jelas dia melanggar," tuturnya.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com