Menristekdikti: Forum Rektor Komitmen Tahan Diri dan Tak Lakukan Ujaran Kebencian

Menristekdikti: Forum Rektor Komitmen Tahan Diri dan Tak Lakukan Ujaran Kebencian

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 03 Okt 2019 14:17 WIB
Menristekdikti M Nasir (Foto: Andhika/detikcom)
Menristekdikti M Nasir (Foto: Andhika/detikcom)
Jakarta - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mengungkapkan, hasil pertemuan antara Forum Rektor dan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Nasir menyebut pertemuan itu menghasilkan kesepakatan para rektor dengan Jokowi terkait pembahasan sosialisasi undang-undang.

"Para forum rektor tadi menyerahkan surat pernyataan komitmen para rektor di Indonesia, terhadap suasana yang ada pada saat sekarang, yaitu bagaimana semua pihak, termasuk pemerintah, untuk bisa melakukan, menahan diri semuanya. Untuk tidak melakukan ujaran kebencian, terhadap agitatif, bahkan ke anarkis itu jangan sampai terjadi. Itu dari forum rektor," ujar Nasir di Acara Pameran Inovasi, Inovator Indonesia Expo (I3E), JCC, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019).


Para rektor, menurut Nasir juga sepakat untuk mendukung seluruh pembahasan produk undang-undang dengan mengedepankan dialog atau proses dengar publik terhadap rancangan undang-undang.

"Dan mendorong semua hasil, produk-produk hukum yang akan dihasilkan, yaitu UU itu bisa kita lakukan hearing yang lebih luas lagi, seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, masih diajak bicara, sehingga inilah yang kami dorong, pada para rektor ke depan. Forum rektor telah membuat pernyataan tersebut," sambungnya.


Terkait unjuk rasa, Nasir mengatakan itu merupakan hak individu setiap orang. Namun Nasir mengimbau agar para mahasiswa tetap mengutamakan dialog dan diskusi secara terbuka.

"Kalau unjuk rasa itu hak individu. Tapi kami mengajak mahasiswa untuk kembali ke kampus, untuk diskusi, bukan melalui unjuk rasa, tapi mau unjuk rasa hak dia lah," tutur Nasir.



Mahasiswa Ajak Jokowi Dialog Terbuka, Menristekdikti Setuju?:

[Gambas:Video 20detik]

(eva/zap)