Koster Akan Buat Forum Akademisi, Minta Kebijakan di Bali Dikritisi

Koster Akan Buat Forum Akademisi, Minta Kebijakan di Bali Dikritisi

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 02 Okt 2019 19:56 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Gubernur Bali Wayan Koster (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster mengundang para akademisi dan mahasiswa se-Bali untuk memberikan kritik terhadap kebijakan yang disusunnya. Dia berencana membuat forum pertemuan rutin bagi akademisi untuk membahas kebijakan soal Pulau Dewata.

"Kalau ada kebijakan saya kurang pas kritiki saya yang konstruktif. Untuk itu, saya akan buat forum rutin bertemu para rektor, dosen, dan adik-adik mahasiswa paling tidak setahun dua kali. Untuk menjalankan kebijakan yang bisa disinergikan dengan perguruan tinggi sedang dipetakan supaya 2020 bisa berjalan," kata Koster saat simakrama (dialog) dengan para rektor dan BEM perguruan tinggi nasional-perguruan tinggi swasta se-Bali, di Jayasabha, Denpasar, Bali, Rabu (2/10/2019).

Koster juga menyinggung soal wacananya menata Bali sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Dia menyebut saat ini meski belum ditata secara apik Bali masih menjadi destinasi favorit wisatawan.


"Saya dapat laporan dari pertemuan para pelaku wisata di Bangkok beberapa hari yang lalu tetep Bali jelek-jelek begini tetep Bali menjadi destinasi terbaik dunia. Bayangkan tidak dikelola dengan baik saja tetap jadi destinasi wisata terbaik di dunia, apalagi kita kelola. Saya sedang mengurus ini dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali agar semakin baik serta berbasis berbudaya serta berkualitas," urainya.

Dia juga menyinggung pariwisata di Bali sempat menurun akibat heboh RUU KUHP. Banyak negara yang mengeluarkan imbauan ke warganya yang bakal berkunjung ke Bali.




"(Tahun) 2017-2018 pariwisata kita terganggu karena erupsi Gunung Agung, kemarin sempat hampir terganggu karena RUU tentang KUHP. Bapak presiden sudah merespons ditunda, sempat beberapa negara memberikan warning agar tidak datang ke Indonesia, dari Australia," ujarnya.

Koster menuturkan pemerintah merespons cepat soal kekhawatiran para negara sahabat ini. Apalagi isu Bali 'sex ban' sempat ramai diberitakan media Australia.

"Bapak presiden bersama DPR dikaji lagi maka RUU ini tidak berlaku sehingga tidak ada yang dikhawatirkan sehingga negara lain tidak perlu khawatir dan ragu berkunjung ke Bali. Astungkara sekarang situasinya sudah normal," jelas Koster.


Dia pun mengajak semua pihak berkontribusi menjaga Bali tetap kondusif bagi dunia pariwisata.

"Dalam konteks inilah saya mohon bapak rektor, para tokoh, adik-adik mahasiswa mari kita jaga Bali ini secara bersama-sama, mari kita kelola Bali sesuai dengan spirit gotong royong, kecintaan kepada Pulau Bali. Orang luar begitu mencintai Bali, kita juga harus lebih tinggi kadar kecintaannya pada Bali tetap dalam konteks kita harus kritis," ujarnya. (ams/jbr)