Jaksa KPK Dakwa Nelayan Suap Gubernur Kepri Nonaktif SGD 11 Ribu - Halaman 2

Jaksa KPK Dakwa Nelayan Suap Gubernur Kepri Nonaktif SGD 11 Ribu

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 02 Okt 2019 16:35 WIB
Abu Bakar ketika menjalani pemeriksaan di KPK (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Abu Bakar ketika menjalani pemeriksaan di KPK (Foto: Ari Saputra/detikcom)


Jaksa menyebut penyerahan uang Rp 45 juta yang dilakukan Abu ke Budy itu berlangsung di kediaman Edy. Setelahnya Budy memberikan uang itu ke Edy.

"Edy kemudian menggunakan uang sejumlah Rp 45 juta pemberian terdakwa untuk kepentingan Nurdin Basirun pada saat melakukan kunjungan ke pulau-pulau yang dilanjutkan dengan makan bersama dengan rombongan. Edy melakukan pembayaran untuk pengeluaran kegiatan tersebut atas sepengetahuan Nurdin," kata jaksa.

Tak hanya itu saja, jaksa juga membeberkan adanya permintaan izin pemanfaatan ruang laut lainnya yang dimintakan Abu ke Budy yaitu yang berlokasi di Tanjung Piayu, Batam seluas 10,2 hektare. Sembari menyerahkan permohonan itu, Abu menitipkan uang di dalam amplop ke Budy. Uang itu disebut jaksa berasal dari Kock Meng.

Amplop itu ternyata berisi SGD 5 ribu. Budy lalu memberikannya ke Edy, yang kemudian menyerahkannya ke Nurdin. Setelahnya urusan izin pemanfaatan ruang laut kembali mulus.

Urusan 2 izin telah tuntas, Kock Meng disebut jaksa berencana melakukan reklamasi. Untuk itu Kock Meng kembali memerintah Abu menemui Budy atas rencana Kock Meng. Namun Budy menyampaikan reklamasi tidak dapat dilakukan karena tidak masuk dalam Rencana Perda RZWP3K (Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil) Kepri.

Singkat cerita melalui rapat pembahasan dokumen final RZWP3K dengan dinas-dinas terkait, diketahui lokasi yang dimintakan Kock Meng melalui Abu belum terdaftar. Untuk dapat masuk ke daftar, Budy meminta uang ke Abu untuk pengurusan dokumen.




"Pada keesokan harinya Budy menyampaikan ke terdakwa untuk pembuatan data dukung ada biaya Rp 75 juta, di mana sejumlah Rp 25 juta akan diserahkan ke Budy kepada Nurdin melalui Edy Sofyan. Selanjutnya terdakwa sampaikan ke Kock Meng, dan Kock Meng menyetujuinya akan menyerahkan Rp 75 juta," kata jaksa.

Kock Meng lalu memberikan SGD 6 ribu ke Abu untuk diberikan ke Nurdin melalui Edy sesuai kesepakatan. Abu ditemani Budy menuju ke Tanjungpinang untuk memberikan uang itu ke Edy, tetapi sudah lebih dulu ditangkap KPK.

Atas perbuatannya, Abu didakwa melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo pasal 64 ayat (1) KUHP pidana.
Halaman

(dhn/dhn)