Mahasiswa Masih Demo, Menristek: Rektor-Dosen PTN Harus Tunduk ke Negara

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 02 Okt 2019 01:04 WIB
Menristekdikti M Nasir (Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya - Menristekdikti M Nasir kembali menegaskan agar rektor dan dosen khususnya di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tidak mengerahkan mahasiswa untuk berdemonstrasi. Dia mengingatkan status para rektor dan dosen tersebut sebagai aparatur sipil negara (ASN).

"Rektor dan dosen, kalau di perguruan tinggi negeri kan statusnya pegawai negeri. Dia adalah ASN, di mana ASN harus patuh dan tunduk pada negara. Nggak bisa main sendiri," kata Nasir setelah membuka Kontes Robot Terbang Tingkat Nasional- KRTI 2019 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jalan Lidah Wetan, Selasa (1/10/2019).



Ditanya apakah rektor PTN yang mengerahkan mahasiswanya akan disanksi, Nasir mengaku belum bisa memastikan. Namun ia menilai mahasiswa harus diajak bicara dan berdiskusi cukup di dalam kampus.

"Ya lihat dulu, mahasiswa itu kita ajak bicara kita ajak diskusi. Bukan mahasiswa dilepas. Kalau dia lepas sendiri silakan. Tapi bukan tanggung jawab rektor itu," tegas Nasir.



Nasir juga mengajak para mahasiswa yang masih melakukan demonstrasi segera kembali ke kampus. Sebab, menurutnya, tuntutan-tuntutan yang disuarakan mahasiswa juga bisa dilakukan di dalam kampus.

"Rektor saya arahkan para dosen, para mahasiswa mohon kembali ke kampus dan belajar kembali dan kita diskusikan apa yang mereka tuntut dan apa yang mereka inginkan. Kita diskusi, bukan nanti di jalanan. Itu nggak paslah," imbau Nasir.

Sebelumnya, Menristekdikti M Nasir menyayangkan adanya dosen yang mengizinkan mahasiswanya berdemo. Nasir mengatakan nantinya akan ada sanksi kepada rektor perguruan tinggi (PT) jika terjadi pengerahan mahasiswa di kampusnya.

"Nanti akan kita lihat sanksinya ini. Gerakannya seperti apa. Kalau dia mengerahkan ya dengan sanksi yang kita lakukan sanksi keras yang kami lakukan ada dua, bisa dalam hal ini peringatan, SP1, SP2," kata Nasir di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/9). (knv/knv)