Beli Kokain untuk Atasi Depresi, WN Ukraina Diadili di Bali

Beli Kokain untuk Atasi Depresi, WN Ukraina Diadili di Bali

Aditya Mardiastuti - detikNews
Selasa, 01 Okt 2019 16:53 WIB
WN Ukraina Diadili di PN Denpasar karena kasus narkotika, Selasa (1/10/2019) Foto: Aditya Mardiastuti-detikcom
WN Ukraina Diadili di PN Denpasar karena kasus narkotika, Selasa (1/10/2019) Foto: Aditya Mardiastuti-detikcom
Denpasar - Warga negara (WN) Ukraina Nikita Olkhovskyi Sergeevich alias Mykyta Olkhovskyi (33) diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali terkait kasus narkotika.

Sergeevich ditangkap polisi usai membeli ganja dan kokain di kawasan Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Bali.

"Bahwa terdakwa Nikita Olkhovskyi Sergeevich pada Senin (20/5) pukul 13.30 Wita bertempat di Billa nomor 101 Bali Marita Villa tepatnya di Jl tegal Cupek, Banjar Anyar Kelod, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Badung, secara tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman yaitu satu plastik klip serbuk warna putih diduga jenis kokain berat bersih 0,45 gram atau berat kotor 0,74 gram," kata jaksa Ni Luh Wayan Adhi Antari saat membacakan surat dakwaan di PN Denpasar, Jl PB Sudirman, Denpasar, Bali, Selasa (1/10/2019).

Kasus itu terungkap karena Sergeevich membeli 11 paket plastik klip yang diduga berisi ganja dan satu klip plastik yang diduga narkotika pada Jumat (17/5). Barang-barang haram itu dibelinya seharga USD 500 dari seseorang bernama Doni di depan kelab malam di kawasan Seminyak, Kuta, Badung.

"Kemudian pada Minggu (19/5) terdakwa menggunakan barang yang diduga ganja yang sebelumnya terdakwa beli tersebut. Selanjutnya pada Senin (20/5) datang petugas kepolisian dari Polresta Denpasar melakukan penggeledahan terhadap badan atau pakaian terdakwa tidak ditemukan barang terlarang," kata jaksa.

"Kemudian penggeledahan dilanjutkan ke dalam kamar vila dan bangunan vila dan ditemukan sebuah tas kain warna ungu dan saat dikeluarkan isinya berupa kotak tisu warna biru di dalamya berisi 10 plastik klip masing-masing berisi daun, biji, dan batang kering dengan berat bersih 20,41 gram atau berat kotor 22,51 gram, dan satu plastik klip berisi serbuk warna putih diduga mengandung narkotika dengan berat bersih 0,45 gram atau berat kotor 0,74 gram," papar jaksa.

Barang-barang yang diduga narkotika itu lalu diuji laboratorium forensik dan dipastikan daun, biji dan batang kering tersebut mengandung ganja. Sementara serbuk putih tersebut merupakan kokain yang terdaftar dalam narkotika golongan I.

"Bahwa terdakwa menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman tersebut secara tanpa izin dari pihak yang berwenang dengan peraturan perundang-undangan yakni bukan untuk ilmu pengetahuan," terang jaksa.

Berdasarkan keterangan terdakwa, narkotika itu dibeli untuk mengatasi depresi. Ganja yang dibeli dikonsumsi dengan cara dicampur dengan rokok.

"Bahwa terdakwa menggunakan atau mengonsumsi ganja dan kokaina sejak 5 tahun yang lalu, kadang berhenti dan kambuh lagi menggunakannya atau mengonsumsinya, terdakwa menggunakan ganja dan kokain untuk menghilangkan atau mengatasi depresi, karena jika terdakwa tidak menggunakannya terdakwa menjadi stres atau depresi," katanya.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan pasal 111 ayat (1) atau pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.




Tonton juga video Polres Jakpus Sita Kokain Hampir 1 Kg Asal Ethiopia:

[Gambas:Video 20detik]

(ams/fdn)